12 Desa Wisata di Lobar Akan Dapat Bantuan Penerangan dari Kementerian

79
Tim dari kementerian saat meninjau Desa Wisata Taman Ayu, Gerung. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebanyak 12 Desa wisata di Lombok Barat (Lobar) akan memperoleh bantuan penerangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Guna dapat mengoptimalkan jam operasional, agar tidak lagi terkendala waktu dan kondisi gelap.

“Kami dari Kementerian ESDM itu berusaha untuk memanfaatkan lokasi yang ada ini untuk kita support dari sisi penerangannya. Apakah dari sisi PJU-nya atau nanti dari sisi etniknya,” kata Supriyadi selaku perwakilan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI saat mengunjungi Desa Wisata Kebon Ayu, beberapa hari yang lalu.

Didampingi Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar, pihaknya telah melakukan kunjungan ke desa wisata yang akan diberikan bantuan. Untuk dapat mengetahui secara spesifik jumlah bantuan yang akan didistribusikan ke desa wisata tersebut. Termasuk untuk mengecek sistem pengelolaan di sana.

“Kita harus melihat langsung ke lapangan, kepemilikannya, siapa yang mengelola dan lain sebagainya. Kemudian manfaat ekonominya seperti apa,” lanjutnya. Hal itu diperlukan untuk mengantisipasi bantuan penerangan justru tidak dimanfaatkan secara optimal setelah diberikan, terutama untuk mendukung wisata malamnya.

“Jadi kita memang benar-benar perlu mengkaji seberapa besar manfaat dari bantuan yang akan kita berikan,” terang dia.

Rencana bantuan penerangan ini pun disambut baik oleh para pengelola Desa Wisata. Termasuk, Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsa yang berharap bantuan ini dapat terealisasi secepatnya.

“Melihat potensi dengan banyaknya pengunjung di pagi hingga sore hari, kita berharap di malam hari juga kita bisa hidupkan kegiatan kuliner ini. Sesuai dengan masukan-masukan dari pengunjung juga,” ujar Jumarsa.

Sementara itu Kepala Dispar Lobar, H. M. Fajar Taufik menuturkan, dari 60 desa wisata yang ada, hanya 12 desa yang disebutnya bergerak cepat memanfaatkan peluang tersebut. Di antaranya Desa Wisata Mekarsari, Desa Buwun Sejati, Desa Sedau, Desa Batu Kumbung, Desa Saribaye, Desa Batulayar, Desa Banyumulek, Desa Kebon Ayu, Desa Dasan Griye, Desa Giri Sasak, Desa Lembar Selatan, dan Desa Sekotong Tengah.

Padahal, kata dia, pihaknya sudah mensosialisasikan informasi tersebut ke 60 Desa Wisata yang ada sejak awal. “Dari 60 desa wisata itu, hanya 12 yang menyerahkan kondisi pagi dan malam. Artinya mereka masih membutuhkan penerangan. Akhirnya hanya 12 desa ini lah yang akan diberikan bantuan karena mereka sudah melengkapi data sesuai permintaan kementerian,” terang Taufik.

Dalam hal ini, kata dia, Lobar akan menjadi percontohan program pemberian bantuan penerangan untuk Desa Wisata. Karena ini akan menjadi program yang pertama kali akan dilaksanakan di kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Dengan begitu, operasional Desa Wisata di Lobar diharapkan tidak lagi terkendala waktu. Bahkan mereka diminta mampu mempersiapkan diri untuk beroperasional di malam hari. Sehingga dampak perekonomiannya dapat lebih dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Dengan begitu desa wisata yang ada di Lobar kita harapkan bisa berkembang sebagai alternatif destinasi wisata yang ada selama ini,” tutup Taufik. (yud)