15 Kecamatan di Lotim Terancam Kekeringan

Kondisi areal persawahan yang tidak ditanami karena tidak ada air irigasi dan air sumur tanah di Kecamatan Lau, salah dari tiga kecamatan di Kabupaten Maros, Sulsel pada musim kemarau, Minggu (6/9/2020). Inside Lombok/ANTARA Foto/ Suriani Mappong

Lombok Timur (Inside Lombok) – Sebanyak 15 kecamatan dari 21 kecamatan di Lombok Timur,  berpotensi mengalami kekeringan dan sembilan kecamatan di antaranya masuk kategori parah.

“Menghadapi dan antisipasi dampak  bencana kekeringan ini, semua pihak untuk ikut berpartisipasi, ” ungkap Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dalam rapat Koordinasi bersama Kepala OPD, Camat, PDAM, PMI, dan TNI-Polri, Jumat.

Terhadap wilayah yang  terdampak parah kekeringan telah di lakukan pendistribusian air bersih, hanya saja ada terjadi kurang optimalnya pendistribusian lantaran lokasi wilayahnya  cukup jauh dan sulit ditempuh

“Untuk memudahkan pendistribusian, hendaknya sejumlah armada diposisikan di kecamatan terjauh seperti Jerowaru, Keruak, Sambelia, dan Suela,” katanya.

Sementara armada yang tersisa akan menangani kecamatan lainnya.

Terhadap adanya dampak kebakaran hutan dan lahan yang menyertai kekeringan, Bupati juga meminta tambahan satu kendaraan Pemadam Kebakaran ditempatkan di wilayah Sambelia.

“Armada tersebut, Senin (14/9) harus sudah ada di masing-masing kecamatan,” ucapnya.

Selain armada miliki BPBD Lombok Timur, armada milik Dinas Sosial, PMI, PDAM, dan Polres Lombok Timur juga diturunkan, dengan tambahan armada dari BPBD Provinsi NTB. (Ant)