150 SD/MI Terpencil di NTB Dibantu Modul dan Buku Panduan Belajar di Masa Pandemi

112
Konselor Pembangunan Manusia dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta Daniel Woods saat memberikan bantuan buku-buku modul pembelajaran literasi numerasi secara simbolis, Jum'at (20/8/2021) kemarin. (Inside Lombok/Ida Rosanti)
2 11
Konselor Pembangunan Manusia dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta Daniel Woods saat memberikan bantuan buku-buku modul pembelajaran literasi numerasi secara simbolis, Jum’at (20/8/2021) kemarin. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebanyak 150 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) yang berada di wilayah terpencil di enam kabupaten di NTB mendapatkan bantuan buku-buku modul literasi numerasi dan panduan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut diberikan oleh pemerintah Australia melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Provinsi NTB.

“Program ini bertujuan untuk mendukung kesiapan SD/MI di NTB dalam rangka memulai tahun ajaran baru di masa Pandemi Covid-19. Sekaligus untuk meningkatkan mutu pembelajaran literasi numerasi di wilayah ini,”kata Provincial Manager INOVASI, Sri Widuri dalam kegiatan serah terima simbolis bantuan buku-buku modul pembelajaran literasi secara daring, Jum’at (20/8/2021).

Dijelaskan, pemberian bantuan buku-buku modul pembelajaran literasi numerasi ini untuk menguatkan kesiapan SD/MI di wilayah terpencil di dalam memulai pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Diketahui bahwa pencapaian literasi dan numerasi di NTB sangat rendah sebelum pandemi Covid-19. Kondisi itu diperparah setelah terjadinya pandemi.

Hal ini membuat peserta didik mengalami kesulitan di dalam belajar, terutama bagi anak-anak yang secara geografis berada di wilayah terpencil.

“Syukurnya pusat mengeluarkan modul yang memudahkan belajar. Tapi tantangannya modul ini tidak banyak diketahui dan juga belum menyasar semua sekolah. Sehingga INOVASI membantu mencetak dan mendistribusikan modul dan buku ini,”ujarnya.

INOVASI membantu pengadaan dan distribusi buku-buku modul pembelajaran literasi dan numerasi tersebut. Saat ini sudah ada sekitar 500 eksemplar buku-buku tersebut yang sudah dicetak dan sudah disebar ke enam kabupaten di NTB dengan rata-rata 25 SD/MI per kabupaten.

Pemberian bantuan buku-buku tersebut disambut gembira oleh pemerintah daerah di enam kabupaten di NTB yang mendapatkan bantuan tersebut, yakni Pemda Lombok Utara, Lombok Timur , Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima.

Sementara itu, Konselor Pembangunan Manusia dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta Daniel Woods mengatakan, Pemerintah Australia telah menjalin kemitraan yang kuat dengan NTB selama beberapa tahun melalui program INOVASI.

“Kami senang dapat melihat kemajuan dalam meningkatkan hasil belajar siswa di provinsi ini, khususnya dalam literasi, numerasi dan inklusi,”ujarnya.

Sementara itu, memasuki tahun kedua pandemi global Covid-19, sektor dan para pegiat pendidikan di Indonesia harus terus bekerja keras dan kreatif agar anak-anak dapat terus belajar.

Hal ini terlihat dari pengumuman dan peluncuran kurikulum ‘khusus’ pada Agustus 2020, oleh Kemdikbudristek, yang akan memastikan pembelajaran siswa berfokus pada kompetensi dasar literasi dan numerasi.

Kemdikbudristek juga menerbitkan modul pembelajaran yang telah dikembangkan untuk mendukung peluncuran ini dan membantu siswa belajar dan memperoleh keterampilan dan kompetensi dasar.

“Kami sangat menghargai upaya pemerintah di semua tingkat, guru, kepala sekolah dan sekolah untuk terus mendorong pembelajaran bermakna bagi siswa mereka selama masa sulit ini,”katanya.

Selain mencetak buku-buku modul literasi dan numerasi, INOVASI juga akan memberikan pelatihan dan lokakarya untuk mendukung penggunaan bahan cetak ini secara efektif.

Pihaknya berharap dengan tersedianya buku-buku dan pedoman ini akan berdampak positif bagi pembelajaran anak-anak di NTB.

Pada kesempatan itu, Kepala Kemenag Bima H. Abdul Munir mengatakan, pihaknya merasa terbantu dalam memenuhi keterbatasan pembelajaran di tingkat madrasah dengan bantuan modul-modul tersebut.

“Modul itu sudah diterima dan akan pastikan modul itu akan disampaikan kepada madrasah. Ke depan ini akan tetap dipantau agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal,”ujarnya.