20 Persen Kendaraan di Mataram Tidak Layak Beroperasi

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, melakukan uji emisi terhadap kendaraan bermotor di Jalan Majapahit. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan berdasarkan hasil uji emisi pada 1.500 sampel kendaraan di daerah itu, dipastikan terdapat sekitar 20 persen kendaraan tidak layak beroperasi karena gas buangnya berada di atas standar baku mutu.

“Dari jumlah kendaraan di Mataram, sekitar 80-65  persen layak operasional. Meski belum 100 persen, tapi hasil ini sudah termasuk baik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Jumat.

Irwan mengatakan, dengan melihat hasil uji emisi tersebut, dapat disimpulkan penggunaan kendaraan di Mataram lebih tertib dalam upaya membantu pemerintah dengan menggunakan bahan bakar yang sedikit kandungan timbalnya.

Kendaraan yang tidak lulus uji emisi, katanya, terjadi karena banyak faktor. Umumnya kendaraan yang waktu operasionalnya cukup tinggi seperti kendaraan tua atau dalam pemeliharaanya ada kelalaian dalam hal penggantian oli atau pengisian bahan bakar sehingga seluruh proses bahan bakarnya terganggu.

“Karena itu, bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi, kita memberikan rekomendasi untuk melakukan pemeliharana rutin dan berkala agar gas buangnya sesuai dengan standar baku mutu yang ada,” katanya.

Kegiatan uji emisi yang dilakukan selama tiga hari yakni tanggal 22-24 Oktober 2019, pada tiga lokasi yang berbeda yakni di Jalan Majapahit, Jalan Langko dan Jalan Selaparang, Mayura, sebagai salah satu cara melakukan uji kualitas udara.

“Saat ini kami juga sedang melakukan uji kualitas udara di area terbuka selama 24 jam,” katanya.

Menurutnya, akumulasi dari kegiatan pengambilan sample uji kualitas udara tersebut sebagai dasar sistem pelaporan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Karenanya, data-data yang masuk berdasarkan fakta lapangan akan diolah kembali untuk disimpulkan berapa persen penurunan kualitas udara di Mataram jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Terhadap kegiatan tersebut, untuk mendukung kualitas udara perkotaan, pihaknya mengimbau masyarakat agar dapat melakukan pemeliharaan rutin oleh para pemilik kendaraan.

Selain itu, pengguna kendaraan sebaiknya menggunakan bahan bakar yang minim kandungan timbalnya. “Sudah waktunya, kita menjaga lingkungan seperti itu,” katanya. (Ant)