20 Ribu Kamar Hotel di Lombok Tersedia Jelang MotoGP

66
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Penginapan di Lombok jelang perhelatan MotoGP Maret 2022 tersedia sebanyak 20.223 kamar. Ketersedian akomodasi penginapan ini masih kurang dengan asumsi penonton MotoGP sekitar 60 ribu penonton. Baik dari lokal maupun luar daerah, bahkan penonton asing.

Jumlah hotel yang dibutuhkan menunggu kepastian mengenai jumlah penonton. Apalagi dengan kebijakan memberikan slot untuk masyarakat lokal akan bisa mengurangi beban penginapan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi menyerangkan asumsi jumlah penonton MotoGP mencapai 63 ribu orang. Di mana tiket lokal sekitar 15-20 ribu orang, dan sisanya diperuntukkan bagi penonton dari luar daerah.

“Kalau misalkan 60 ribu penonton tadi, 20 ribu (orang) lokal dan 40 ribu luar daerah. Satu kamar dua orang, asumsi penginapan itu kita butuh sekitar 30 ribu penginapan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi, Selasa (18/1).

Sementara yang tersedia berdasarkan catatan Dinas Pariwisata NTB ketersedian akomodasi pariwisata pulau Lombok, secara keseluruhan total kamar 20.223 dari seluruh kabupaten/kota di Lombok. Mulai dari hotel bintang sebanyak 10.193 kamar, melati 6.013 kamar, villa 96 kamar, bungalow 151 kamar, homestay 2.352 kamar, camping ground 940 kamar, rusunawa 80 kamar, sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata) 398 kamar dan rumah penduduk yang masih belum didata.

“Potensi camping ground, homestay, belum ditambah dengan cruise tapi itu tergantung demand-nya berapa. Pemerintah mempunyai keinginan kuat untuk mengoptimalkan potensi didalam daerah,” imbuhnya.

Yusron menyebutkan, jika berbicara berapa kebutuhan tambahan berkaitan dengan penginapan, pihaknya masih menunggu kepastian jumlah penonton. Sementara, untuk kekurangan penginapan ini Dinas Pariwisata membangun sinergi dengan traveloka dan booking.com, termasuk reddoorz untuk membantu promosi dan pemasaran daripada homestay, sarhunta, rumah-rumah penduduk atau camping ground.

“Homestay dan sebagainya kita rencana 29-30 Januari ini mengadakan travelmate untuk membantu menjual homestay, sarhunta, hotel non bintang kita fasilitasi untuk mereka bisa dipertemukan buyer,” tuturnya.

Nantinya ada kerjasama dengan asosiasi travel untuk menggelar travelmate, kemudian ada boat untuk asosiasi homestay di sembalun, termasuk hotel di Tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) sudah harus dihadirkan juga yang tentu bisa menyatukan semua sektor usaha.

“Kami harapkan travel agent mau menjualkan homestay, sarhunta, camping ground yang ada. Kalau hanya menjual camping ground akan kesulitan nanti para tamu. Melalui travel agent perjalan wisatawan akan tercover,” pungkasnya. (dpi)