250 Unit Kendaraan Disiapkan Bagi Penonton MotoGP

Ketua organda NTB, Junaidi Kasum. (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB akan menyiapkan sebanyak 250 unit kendaraan bagi penonton MotoGP Maret 2022 mendatang. Ada berbagai jenis kendaraan yang disiapkan, mulai bus hingga kendaraan pribadi.

Ketua Organda NTB, Junaidi Kasum menerangkan pihaknya sudah memulai rapat koordinasi untuk persiapan jelang MotoGP pada Maret 2022 mendatang. Kisaran penonton yang akan datang diproyeksikan mencapai 75 ribu orang. Tentu persiapannya akan berbeda dengan perhelatan WSBK kemarin.

Kendati demikian, pengaturan transportasi saat WSBK akan menjadi rujukan penyiapan transportasi MotoGP. “Dengan asumsi penonton 100 ribu lebih itu sudah standar dunia, kami mengusulkan di rapat angka 250 untuk angkutan yang luar dan dalam,” tutur Junaidi, Kamis (13/1).

Pada perhelatan WSBK kendaraan yang disiapkan ada 200 unit yang dievaluasi masih terbilang kurang. Namun untuk sementara ini, perhelatan MotoGP 250 unit kendaraan disiapkan. Termasuk untuk rekayasa lalu lintas yang dibutuhkan untuk mengurai kemacetan.

“Kami mengusulkan kepada tim nanti rekayasa lalu lintas cukup dari kota sampai bundaran Bizam, sehingga memutar lagi. Jadi siklus kendaraan itu berjalan dengan baik,” terangnya.

Selain itu, kapasitas parkir di bagian timur dan barat Sirkuit Mandalika juga disiapkan, agar tidak terjadi kekacauan seperti pada WSBK kemarin. “Itu perlu melakukan rapat (untuk pembahasannya). Termasuk rapat dengan Dishub, dirlantas, pihak terkait ITDC dalam hal ini MPGA,” katanya.

Nantinya, pihak ITDC memberikan stikerisasi sebagai dasar menertibkan kendaraan yang parkir di bagian timur atau barat sirkuit. Baik untuk kendaraan atau angkutan penonton MotoGP yang datang dari luar daerah maupun yang sudah tersedia oleh panitia lokal.

“Kalau memang itu parkir timur jenis stikernya seperti apa, begitu juga dengan di barat. Parkir VVIP juga harus jelas bisa menampung berapa sehingga tidak terjadi penyekatan. Bukan hanya MotoGP tapi Lombok dijual ke dunia bahwa wisata oke, MotoGP oke,” pungkasnya. (dpi)