60 Kilometer Jalan di Sekitar KEK Mandalika Belum Layak

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya mengatakan, sekitar 60 kilometer infrastruktur jalan di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masih belum layak.

“Kita pahami ini jadi ada kondisi yang jomplang, perbedaan yang jauh antara nasional, provinsi dan kabupaten. Khusus untuk jalan menuju destinasi wisata,”ujar Firman, Selasa (26/1/2021) di Praya.

Jalan-jalan yang belum mantap ini berstatus jalan kabupaten, seperti jalan penghubung Tanak Awu-Pengembur-Tumpak sepanjang 14 kilometer. Jalan penghubung tiga desa tersebut terakhir kali ditangani pada tahun 2013 lalu. Begitu pula dengan jalan-jalan kabupaten yang lain.

Kalau ditambah dengan jalan desa, maka akan lebih panjang lagi. Karena kondisi jalan desa penyangga KEK Mandalika banyak yang rusak parah.

Dikatakan Firman, butuh anggaran mencapai Rp180 miliar untuk menangani perbaikan jalan kabupaten menuju objek wisata KEK Mandalika. Di mana, per km jalan butuh anggaran sebesar Rp3 miliar.

“Itu untuk kondisi jalan yang mantap,”katanya.

Diharapkan setelah penyelengaraan MotoGP jalan-jalan yang ada di sekitar KEK Mandalika ini sudah dalam kondisi mantap.

“Kita harapkan tidak jauh setelah MotoGP. Sekitar tahun 2024 ini harus sudah kelar jalan-jalan ini,”ujarnya.

Namun, anggaran perbaikan jalan itu tidak bisa mengandalkan anggaran dari Pemda, melainkan butuh dana khusus dari pusat untuk penanganan jalan menuju ke KEK Mandalika ini.

Sehingga pihaknya mengusulkan ada Dana Alokasi Khusus (DAK) yang hanya diperuntukkan bagi wilayah yang menjadi destinasi super prioritas nasional (DSPN).

“Sehingga kondisi jalan ini bisa berimbang dengan jalan nasional maupun provinsi di destinasi wisata. Harus itu,”ujarnya.

Untuk saat ini belum ada DAK untuk infrastruktur jalan menuju KEK Mandalika ini. Padahal, beban tugas pemerintah untuk penanganan jalan ini berbeda dengan wilayah lain.

“Tugas kita lebih berat. Kalau kita pakai DAU
yang kita miliki itu kan terbatas. Kita akan dorong DAK afirmasi di tahun 2022”, ujarnya.

Adapun untuk ruas jalan di Lombok Tengah yang sudah masuk kategori mantap baru 60 persen dari 809 km jalan kabupaten. Artinya masih ada sekitar 35 persen yang belum mantap atau setara dengan 250 km.

“Itu belum mantap jalan kabupaten. Kalau diperbaiki sekitar Rp2,5 miliar per km maka kita butuh Rp1 triliun untuk membiayai itu,”ujarnya.