30.5 C
Mataram
Senin, 22 April 2024
BerandaBerita UtamaAda Penginapan Gratis di Kapal Terapung Bagi Penonton MotoGP

Ada Penginapan Gratis di Kapal Terapung Bagi Penonton MotoGP

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi NTB menyedikan kapal terapung sebagai tempat penginapan gratis. Khususnya bagi penonton MotoGP dari luar daerah yang tidak kedapatan kamar hotel lantaran harganya tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H. Lalu Moh Faozal menerangkan pihaknya menyediakan dukungan penginapan gratis dengan memanfaatkan kapal motor (KM) Kelud dari Kementerian Perhubungan. Penyediaan kapal terapung sebagai penginapan bagi penonton MotoGP tersebut merupakan buah kerja sama dengan PT. Pelni.

Diterangkan, kapal tersebut sudah bergerak dari Pelabuhan Tanjung Priok sore kemarin dan akan tiba di Pelabuhan Gili Mas pukul 7 atau 8 pagi Wita. Dengan kapasitas mencapai 2 ribu penumpang, KM Kelud diproyeksikan dapat menampung hingga 1.700 penonton MotoGP.

“Kelasnya ada tiga, tetapi ini tidak kelas karena free. Ada kelas ekonomi, kelas dua dan kelas satu. Kapal ini akan kita gunakan check-in di 17 Maret dan chek-out di 21 Maret,” ungkap Faozal, Senin (14/3).

- Advertisement -

Mereka yang bisa menginap di KM KELUD sudah harus vaksin Covid-19 minimal dosis kedua atau booster dan sudah terdaftar di Peduli Lindungi. Selain itu, sudah memiliki tiket MotoGP. Nantinya, seluruh manajemen yang ada di kapal dikerjasamakan pengelolaannya dengan Politeknik Pariwisata Negeri Lombok. Mulai dari reservasi, check in dan chek out.

“Nanti kita dibantu oleh adik-adek Mahasiswa Poltekpar Lombok untuk reservasi, check-in nya, check-out nya juga,” ujarnya.

Fasilitas yang didapat saat menginap di KM Kelud antara lain tempat tidur, shuttle service Gili Mas – Mandalika PP (pulang pergi), musala, kantin. Kendati demikian, tidak disediakan sarapan. Namun kantin tersedia di atas kapal.

“Di dalam kapal kita tidak memberikan free makan, tetapi yang berkebutuhan dia bisa belanja, dan penumpang boleh bawa alat mandi masing-masing karena tidak ada tersedia. Karena ini bukan sewa,” jelasnya.

Sementara itu, siapa saja bisa menginap di kapal terapung yang disediakan. Baik penonton dari luar daerah maupun penonton lokal. Tetapi untuk penonton lokal kemungkinan mereka tidak akan menginap di situ, lain halnya mereka dari luar daerah dan tidak mendapat akses tempat penginapan.

“Siapa saja bisa, yang menyeberang bisa, yang di sini juga bisa. Ya ini yang berkebutuhan lah, misalnya dari Jawa dia ke sini tapi tidak bisa akses hotel karena mahal, daripada buang uang bisa tidur di kapal,” tandas Faozal. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer