Ada Sembilan Kasus DBD di Lombok Tengah dalam Sebulan

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah meminta masyarakat untuk mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Hingga akhir Januari lalu, tercatat kasus DBD di Lombok Tengah sebanyak sembilan kasus.

“Januari saja jumlah (kasus) kemarin sembilan. Itu yang terjadi di Bagu, Sengkol, Kuta dan Praya. Penyebarannya di situ,”kata Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah, H. Sahnan, Jum’at (5/2/2021) di Praya.

Dikatakan, dari sembilan kasus DBD tersebut, ada warga yang digigit nyamuk aedes aegypti di luar wilayah Lombok Tengah. Hal ini berlaku bagi pasien DBD dengan mobilitas yang tinggi.

“Itu ada di antaranya yang seperti itu digigit di luar. Nyamuk ini daya terbangnya 100 meter yang bisa menggigit dari pagi hingga siang hari,”katanya.

Setelah siang hari, nyamuk aedes aegypti akan bersembunyi dan kembali beraksi pada jam 4-5 sore.

Lebih lanjut, kata Sahnan, jumlah kasus DBD pada Januari tahun ini memang lebih rendah dibanding dengan kasus DBD pada periode yang sama tahun lalu yakni 11 kasus.

Akan tetapi, dia menekankan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya untuk menjaga agar tidak terjadi lonjakan kasus DBD.

“Menjaga kebersihan baik di dalam dan di luar rumah,”ujarnya

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan serta menguras bak mandi dan mengubur batang bekas adalah cara paling efektif untuk memberantas sarang nyamuk.

“Itu yang lebih utama daripada fogging itu sebenarnya bukan solusi,”imbuhnya.

Setelah menjaga kebersihan lingkungan, hal lain yang perlu dilakukan untuk mencegah gigitan nyamuk aedes aegypti adalah memantau jentik nyamuk. Hal ini bisa dilakukan oleh masyarakat bersama petugas dari puskesmas.

“Nanti bisa dimusnahkan setelah itu,”ujarnya.