Adeksi Tanam 1.000 Pohon di Mataram

Sekjen Adeksi Didi Sumardi melaksanakan aksi tanam pohon secara simbolis di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center dalam rangka Munas V di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (12/3/2020). (Inside Lombok/ANTARA/ist.)

Mataram (Inside Lombok) – Asosiasi DPRD Kota seluruh Indonesia (Adeksi) menggelar aksi tanam 1.000 pohon dipusatkan di areal Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Aksi tanam 1.000 pohon tersebut rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) V Adeksi yang berlangsung sejak 10 Maret 2020, di Mataram yang diikuti 1.100 anggota berasal dari 93 DPRD kota di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram M. Kemal Islam di sela aksi itu, mengatakan 150 di antara 1.000 pohon yang ditanam itu, difokuskan di halaman bagian barat Islamic Center dengan jenis ketapang kencana.

“Sisanya akan ditanam di sejumlah taman kota dan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Mataram,” ujarnya.

Selain itu, 700 di antara 1.000 yang ditaman merupakan bantuan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi NTB meliputi beberapa jenis, di antaranya mahoni dan durian.

“Sementara sisanya 300 pohon dari Pemerintah Kota Mataram dengan jenis ketapang kencana. Untuk jenis tanaman produktif seperti durian, akan kita tanam di RTH Pagutan,” ujarnya.

Untuk menjamin pohon-pohon yang ditanam di Islamic Center bisa tumbuh, Disperkim akan melakukan perawatan dan pemeliharaan hingga 150 pohon yang ditaman tumbuh sempurna.

Untuk perawatan dan pemeliharaan, Disperkim berkoordinasi dengan UPT Islamic Center dan bertanggung jawab langsung sampai semua pohon yang ditanam di Islamic Center tumbuh maksima dan IC benar-benar menjadi ruang terbuka hijau di Mataram, serta memberikan manfaat bagi pengunjung.

“Kalau ada yang mati, segera lapor. Kita ganti dengan pohon lain,” katanya.

Penanaman 150 pohon di Islamic Center tersebut dilakukan pada bagian pinggir, baik di sisi barat, timur, maupun selatan dengan jarak 5-7,5 meter. Dengan demikian, bagian tengah tetap berfungsi sebagai lapangan.

“Kalau tanaman ketapang kencana ini sudah rata tumbuh besar, barulah terlihat keindahannya menutupi areal ini lapangan di bagian tengah. Jadi, kalau kita lihat dari luar, kesannya tidak ada lapangan,” ujarnya. (Ant)