Ancam Sebar Foto Syur Mantan, Pemuda di Mataram Terancam 6 Tahun Penjara

654
Pelaku UU ITE didampingi Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Seorang pemuda inisial AHP (21) ditangkap Sat Reskrim Polresta Mataram. Ia diduga melakukan pengancaman akan menyebarkan foto syur korban inisial PFD (18) yang merupakan mantan pacarnya.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan AHP melakukan pengancaman lantaran sakit hati usai putus dengan PFD. Korban pun melapor ke Polresta Mataram terkait foto syur dirinya yang disebarkan oleh AHP.

“Pelaku merasa sakit hati dengan korban, sehingga pelaku di sana berinisiatif memalukan korban melalui sosial media, dan sempat ada penggalan-penggalan kata tidak enak yang dikonsumsi publik,” ujar Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Selasa (24/5).

Diterangkan, awalnya pelaku dan korban telah berpacaran hingga 2,5 tahun lamanya. Setelah putus, AHP mengancam akan menyebarkan foto syur korban jika berani menjalin hubungan dengan pria lain meski mereka telah putus.

“Mereka ini sudah pacaran jalan 2,5 tahun kemudian putus ditengah jalan, setelah seminggu putus hubungan tidak harmonis. Di sana pelaku sempat mengirim foto screenshot telanjang korban,” terangnya.

Selanjutnya, ketika AHP mengetahui PFD akan menikah dengan pria lain, pada 25 Januari 2022 sekitar pukul 12:4 pelaku mengirimkan WhatsApp berupa foto korban ke nomor milik korban dan melakukan penghinaan kepada korban dengan menyampaikan kata-kata kotor.

“Baru antar-personal disebarnya. Namun kalau sesuai dengan unsur pasal 27 terkait pendistribusian dokumen elektronik ada muatan kesusilaan,” jelasnya. Dari laporan korban proses penyelidikan berjalan. Penyidik mengumpulkan alat bukti kuat hingga ditemukan sebuah tindak pidana yang merujuk AHP sebagai tersangka.

“AHP Sudah kita tetapkan tersangka dengan dugaan pasal 45 ayat 1, pasal 27 ayat 1 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Proses penyidikan sudah berjalan dan sudah lengkap, dan rencana besok akan ditahap duakan ke Kejati Mataram,” ungkapnya. (dpi)