Antisipasi Dampak Kekeringan, PDAM Loteng Optimalkan Sumber Air

76
Ilustrasi PDAM (Image source : Radar Bogor)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Musim kemarau telah tiba, hal itu berdampak terhadap debit mata air yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah (Loteng) mengalami penyusutan setiap tahunnya.

Plt. Direktur Utama PDAM Loteng, Bambang Supratomo menerangkan kondisi tersebut memang sudah mulai terasa. Sehingga pihaknya bekerja keras dan menaruh perhatian yang besar agar tidak berefek terhadap pelayanan.

“Iya musim kemarau memang sudah terasa, dan dampaknya terhadap debit mata air kita juga sudah terasa,” katanya, Senin (8/8/2022).

Selain upaya-upaya jangka pendek dengan mengoptimalkan pada sumber yang telah tersedia saat ini, pihaknya juga menjaga gencar melakukan penanaman pohon untuk menjaga keseimbangan hutan dan untuk generasi mendatang.

“Kita berupaya optimalisasi sumber yang ada dan tidak ada upaya lain untuk jangka panjangnya seperti melakukan penanaman pohon. Alhamdulillah kemarin kita sudah menanam 1000 pohon di desa Aik bukak bersama dengan Anak KKN dari UIN dan UNU,” ujar Bambang.

Setidaknya ada enam sumber mata air yang dikelola oleh PDAM yang berada di Desa Aik Darek empat sumber, Desa Aik Bukak satu sumber dan Desa Lantan satu sumber yang kemudian disebar ke seluruh pengguna.

Dikatakan bambang memang pengguna PDAM terlihat dari call center pihaknya, terlihat sudah ada beberapa keluhan sehingga pihaknya terus melakukan pembenahan.

“Mulai dari sekarang kita sudah melakukan perencanaan-perencanaan dan strategi kita sehingga dampak yang besar sehingga tidak terasa seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Loteng, pihaknya dalam rencana tahunan telah berupaya melakukan opsi lain seperti pembangunan sumur bor, akan tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga belum bisa terealisasi.

“Yang namanya kegiatan-kegiatan fisik itu kan tidak lepas dari persoalan anggaran, karena keterbatasan anggaran kita harus mengukur diri, mana yang bisa kita realisasikan,” pungkasnya. (fhr)