Antisipasi Omicron, Travel Umrah Was-was Berangkatkan Jamaah

52

Mataram (Inside Lombok) – Travel umrah masih menunggu kepastian pemberangkatan jamaah dari pemerintah Indonesia. Mengingat pemberangkatan masih ditunda sampai kondisi benar-benar normal. Terutama untuk mengantisipasi perkembangan pandemi Covid-19 terbaru dengan adanya varian Omicron yang dinilai memberatkan jamaah.

Sementara ini jamaah memang belum diberangkatkan selama masih adanya aturan-aturan karantina. Mengingat dari pemerintah Indonesia sekarang ini menetapkan bagi masyarakat dari luar negeri harus dilakukan karantina 10 hari. Tentunya hal tersebut menambah beban biaya yang dikeluarkan oleh jamaah.

“Kita akan berangkatkan kalau tidak ada karantina dan sebagainya. Oke kalau karantina hanya di Jeddah saja, misalnya 5 hari tidak masalah. Tetapi yang susah ketika kepulangannya menjadi berat,” kata Direktur Utama Muhsinin Tour & Travel Umroh Dan Haji Khusus, Ahmad Muharis, Rabu (29/12).

Untuk saat ini travelnya masih menunggu hingga kondisi benar-benar normal tanpa adanya karantina di Indonesia. Terlebih saat ini sudah masuk varian baru, kondisi tersebut membuat dilema para pengusaha travel.

Hal tersebut dinilai cukup kontras, mengingat di Arab Saudi sendiri adanya virus varian baru Covid-19 tidak banyak berpengaruh. Mengingat negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura tetap berangkat tanpa masalah dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.

“Di Indonesia tergantung dari pemerintahnya. Apakah boleh berangkat dan ketika pulang tidak karantina, atau seperti apa aturan dibuat,” tuturnya. Sebelumnya, Pemerintah Indonesia juga sudah melobi ke pemerintah Arab Saudi untuk dibukakan keberangkatan jamaah umrah dari Indonesia. Di mana permintaan tersebut telah disetujui.

“Sudah boleh masuk, asal yang vaksin Sinovac itu dikarantina 5 malam dan tanpa Sinovac boleh masuk tanpa karantina di Saudi,” katanya. Sayangnya, pemerintah kembali menunda pemberangkatan jamaah hingga 2022 mendatang.

Diterangkan Muharis, rencananya di Desember ini sudah ada pemberangkatan umrah. Meskipun bukan jamaah yang akan diberangkatkan, melainkan pemilik travel dan petugas pemerintah yang telah melakukan lobi pemberangkatan jamaah umrah ke Arab Saudi.

Menurutnya, masuknya varian baru bisa saja berdampak pada rencana keberangkatan para jamaah hingga tahun depan. Kondisi ini tentu mempengaruhi rencana perjalanan umrah yang sudah disusun sebelumnya.

“Tentu sangat-sangat dilema sekali bagi travel umrah. Ini juga pemerintah yang punya aturan dan kita ikut saja,” tandasnya. (dpi)