ASDP Lembar Kembali Dapat Jatah 5.000 Kantong GeNose

Lombok Barat (Inside Lombok) – ASDP pelabuhan Lembar kebagian 5.000 kantong tambahan untuk genose. Setelah 2500 kantong untuk awal percobaan telah habis terjual dalam waktu kurang dari sebulan.

Manajer Usaha ASDP Cabang Lembar, Samiun mengatakan hal itu dikarenakan banyaknya calon penumpang yang ternyata lebih memilih menggunakan genose dibandingkan dengan rapid antigen.

“Tapi ini kenapa cepat habis, karena banyak penumpang dari luar, termasuk yang akan nyeberang dari Gili Mas atau ke Surabaya, itu genosenya di sini (pelabuhan Lembar),” ujarnya.

Lantaran dari data penumpang yang dimiliki ASDP, jumlah penumpang yang nyeberang dalam kurun waktu tersebut tidak sebanyak itu.

“Kalau dilihat dari tarifnya, penumpang lebih dominan memilih genose. Sedangkan untuk rapid itu, banyak dipilih oleh orang yang buru-buru dan tidak bisa menunggu lama” tutur dia.

Karena bila memilih tes genose tersebut, calon penumpang harus rela menunggu hasilnya lebih lama. Hal itu pun diakuinya menjadi salah satu keluhan dari calon penumpang. Di mana sebelum genose, mereka harus istirahat selama 30 menit untuk mensterilkan diri dari berbagai macam bau. Kemudian setelah melakukan genose, mereka harus menunggu hasilnya selama kurang lebih 15 menit.

“Masyarakat capek nunggu 30 menit itu karena harus menetralisir dari bau rokok, parfum dan yang lainnya” ketusnya.

“Karena penerapan genose ini baru pertama, petugasnya juga masih terbatas. Satu kali tes genose itu saja harus ditangani oleh dua orang karena alat deteksinya itu sangat sensitif. Jadi itu harus tetap dipegang satu orang” beber Samiun.

Namun terkait dengan jadwal kapal, itu tetap berlayar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan kepala operasional. Sehingga tidak perlu menunggu penumpang full. Namun, penumpang yang masih menunggu hasil genose harus rela menunggu jadwal kapal selanjutnya.

“Tapi sekarang kita sudah mulai memilah penumpang yang akan genose di sini. Supaya penumpang yang akan nyeberang dari Lembar juga tidak terlalu lama menunggu. Kalau yang mau nyeberang ke Surabaya kan nanti tesnya bisa ke klinik yang ada di depan kantor pos” tegas dia.

“Penumpang sangat terbantu dengan adanya genose ini, jadi lebih meringankan beban mereka karena harganya yang masih terjangkau Rp 40 ribu” imbuh dia.

Walaupun hasil genose itu berlakunya, dikatakan oleh Samiun, hanya per terminal. Jadi ketika penumpang yang harus nyeberang berkali-kali, maka ketika tiba di pelabuhan selanjutnya dan akan menyeberang lagi, penumpang tersebut harus genose lagi.