Awasi Aktivitas Pasar, Kebon Roek Dipasangi CCTV

22
Ilustrasi CCTV (Image source : KabarMedan.com)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram memasang CCTV di Pasar Tradisional Kebon Roek. Pemasangan alat pengawas ini untuk mengantisipasi tindakan kriminal dan aktivitas jual beli.

Kepala Diskominfo Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Selasa (5/7) di Mataram mengatakan, Pasar Kebon Roek masih menjadi pilot projek. Jika CCTV efektif untuk memantau aktivitas pasar, maka akan peralatan serupa akan dipasang juga di pasar lainnya di Kota Mataram.

“Kita lihat di Kebon Roek itu kan sangat urgen dan terkait dengan tingkat persoalan lapangan kan, kebon roek lebih diprioritaskan,” katanya.

Posisi Pasar Kebon Roek, lanjut Nyoman, cukup strategis untuk pemasangan CCTV. Karena berada di jalan utama, tingkat kunjungan cukup ramai dan rawan terjadi kemacetan dan bisa langsung ditindaklanjuti oleh OPD terkait.

“Karena berada di jalan besar dan tingkat kunjungan ke masyarakat itu sangat ramai jadi perlu diberikan atensi lebih daripada pasar yang lain,” tegasnya.

Selain aktivitas jual beli, pemantauan yang dilakukan seperti parkir, situasi pasar dan lainnya. “Tingkat ketertiban parkir, situasi di lapangan peluang-peluang tindakan kriminal lebih mudah,” ucapnya.

Saat ini, jumlah CCTV yang dipasang di Pasar Kebon Roek baru satu unit. Masih terbatasnya pemasangan alat pengawas ini karena anggaran yang belum siap. Ke depan untuk memaksimalkan pengawasan, Diskominfo Kota Mataram akan memasang di pasar tradisional yang lain. Karena di Kota Mataram terdapat belasan pasar tradisional.

“Sementara ini belum semua. Kembali ke anggaran yang tersedia. Kalau anggarannya cukup kita siap untuk memberikan fasilitas CCTV untuk pemantauan,” tegasnya.

Menurutnya, tidak ada kategori khusus di Pasar Kebon Roek sehingga dipasangkan CCTV. Pemantauan CCTV di Pasar Kebon Roek akan langsung terkoneksi di command center. Sehingga tidak membutuhkan petugas khusus.

“Kebon Roek ini berada di jalan besar dan dilintasi masyarakat banyak termasuk wisatawan asing dan mendapatkan perhatian lebih,” katanya. Sementara untuk anggaran khusus, pemasangan alat hanya membutuhkan Rp10-15 juta per unit. “Tidak hanya di Pasar Kebon Roek tapi di pasar-pasar lain juga,” sambungnya.

Ditegaskan Nyoman, pemasangan mesin pengawas juga akan dilakukan di ruang terbuka hijau. Sehingga pasar dan ruang terbuka hijau di Kota Mataram bisa diawasi dengan maksimal. “Kalau anggaran tersedia kita akan pasang di fasilitas publik dan RTH,” pungkasnya. (azm)