Bantu Fakir Miskin, Baznas Mataram Kucurkan Dana Rp1,4 Miliar

Walikota Mataram H. Mohan Roliskana didampingi Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman memberikan secara simbolis bantuan uang tunai kepada penerima di halaman Kantor Walikota Mataram Rabu (4/8) pagi (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, Pemkot menyalurkan bantuan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram. Kali ini, bantuan yang diberikan berupa uang tunai dengan total sebesar Rp 1,4 miliar.

Walikota Mataram H Mohan Roliskana menyerahkan secara simbolis bantuan uang tunai kepada penerima. Dirincikan penyaluran bantuan tersebut kepada 7.400 orang fakir miskin. Jumlah bantuan yang diberikan yaitu sebanyak Rp 150 ribu orang. Selain itu, sebanyak 238 orang marbot masjid dengan jumlah bantuan sebesar Rp 500 ribu per orang.

“Bantuan juga kita berikan kepada 13 panti asuhan. Masing – masing panti mendapatkan Rp3 juta. Kalau untuk TPA/TPQ itu ada 200 tempat masing-masing mendapatkan Rp1 juta,” kata Kepala Baznas Kota Mataram, H. Mahsar Malacca Rabu (4/8) di Mataram.

Diterangkan Mahsar, bantuan yang salurkan kepada penerima yaitu bersumber dari program-program yang tidak bisa direalisasikan pada masa pandemi Covid-19. Artinya, anggaran yang sudah ada dialihkan untuk membantu masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ini karena disebut lebih mendesak.

“Kan ada anggaran untuk kegiatan anak-ana sekolah. Tapi karena tidak ada yang sekolah, kita alihkan ke penyaluran bantuan ini. Karena pokoknya tersalur sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Sistem penyaluran kepada penerima yaitu dengan membagikan kupon kepada penerima melalu pihak kelurahan. Karena sebanyak 7.400 fakir miskin yang tersebar di Kota Mataram akan mendapatkan bantuan tersebut.

“Nanti kita pakai kupon di kelurahan agar tidak terjadi kerumunan. Penyaluran ini sekali saja,” katanya.

Sementara itu, Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana meminta agar bantuan uang tunai yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin terutama memenuhi kebutuhan pokok.

Selain itu, dia berpesan agar pengasuh panti asuhan untuk menjaga dan merawat anak – anak yg disana dengan baik. “Dia aset kita dan generasi masa depan. Sehingga pengurus panti harus sabar dan ikhlas dalam merawat mereka,” pesannya.