Bantu Percepat Pemulihan Ekonomi, Munas APKLI Akan Digelar di Senggigi

Lombok Barat (Inside Lombok) – Senggigi, Lombok Barat dipilih menjadi lokasi akan penyelenggaran masyarakat nasional (munas) ke-7, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) . Di mana rencananya akan digelar pada Oktober 2021 mendatang.

Pelaksanannya dilakukan di Lombok Barat dengan harapan, supaya hal tersebut dapat mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang sempat lesu akibat pandemi.

“Munas ini kita gelar, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lombok Barat, atau Provinsi NTB secara umumnya” kata Sekretaris Umum DPP APKLI Indonesia H. Lalu Winengan.

Dengan dilaksanakannya munas di Lombok Barat, maka bisa dipastikan ribuan tamu akan datang ke Lombok. Di mana kesempatan itu juga dapat dimanfaatkan berwisata dan menikmati keindahan alam pulau Lombok. Sehingga adanya kegiatan munas tersebut nantinya, diharapkan dapat menghidupkan para pedagang kaki lima, di sekitar lokasi penyelenggaraan, tidak terkecuali juga pariwisata.

Tentunya dengan harapan, kata Winengan, pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan vaksin secepatnya akan bisa dibagikan kepada masyarakat terutama para pedagang kaki lima. APKLI secara nasional, lanjut dia, akan mendorong dan menjamin para pedagang kaki lima bisa mendapatkan vaksin secara gratis.

“Saya jamin, vaksin untuk para pedagang kaki lima gratis” tandasnya.

Winengan menyebut, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi salah satu pilar ekonomi yang bisa tetap hidup ditengah kondisi Covid-19 ini.

“Buktinya sampai saat ini, para pedagang kaki lima tetap hidup, meskipun mereka juga merasakan dampak dari keberadaan Covid-19” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPW APKLI NTB Abdul Majid, menyatakan, bahwa pelaksanaan rakorwil dalam rangka penyusunan persiapan untuk pelaksanaan munas yang akan dihelat tahun 2021 mendatang.

Ia menjelaskan jumlah anggota APKLI di Provinsi NTB, hampir 10 ribuan lebih. Dengan rincian, di setiap kabupaten dan kota jumlahnya mencapai 3.500 lebih seperti di Kabupaten Lombok Barat. Sedangkan untuk Kota Mataram jumlahnya kurang lebih sekitar 2 ribu PKL.

“Sekarang kita sedang melakukan pendataan, pengurus APKLI NTB, hanya minus Sumbawa Besar, karena belum terbentuk” ungkap Abdul Majid saat dikonfirmasi di lokasi yang sama.

Dalam kesempatan itu juga dirangkai dengan sosialisasi pembentukan koperasi untuk para anggota APKLI. Serta pembagian sembako kepada para pedagang kaki lima, dan para anak yatim yang ada di seputaran Kecamatan Batulayar.