29.5 C
Mataram
Kamis, 20 Juni 2024
BerandaBerita UtamaBaru 5 Persen Berjalan, Pemilahan Sampah di TPA Kebon Kongok Dilakukan Bertahap

Baru 5 Persen Berjalan, Pemilahan Sampah di TPA Kebon Kongok Dilakukan Bertahap

Mataram (Inside Lombok) – Pemilahan sampah yang dibuang ke TPA Regional Kebon Kongok sudah mulai berjalan. Namun tidak semua sampah sudah dipilah, melainkan hanya lima persen dari jumlah sampah yang ada.

Kepala TPA Regional Kebon Kongok Kabupaten Lombok Barat, Radyus Ramli H mengatakan persentase jumlah sampah yang harus terpilih akan ditambah secara bertahap. Hal ini disesuaikan dengan kapasitas pengolahan yang ada di TPA.

“Ketika TPST ini sudah jadi, kami kan gradual ini menaikan dia. Nanti mungkin pada bulan November kita akan naikkan jadi 10 persen,” katanya Jumat (14/10) pagi.

Ditargetkan pada Desember nanti, jumlah sampah yang sudah dipilah masuk ke TPA Regional sudah mencapai 30 persen. Sehingga diharapkan, setelah lokasi pembuangan sampah yang baru rampung dikerjakan, maka pemilahan sampah sudah mencapai lebih dari 50 persen.

- Advertisement -

“Pada saat beroperasi tahun 2023 pertengahan Maret lebih dari 50 persen kita berharap sampah yang sudah dipilah. Kalau bisa 100 persen gitu kan,” harapnya.

Diakui Radyus, pemilahan sampah ini masih cukup sulit dilakukan. Sehingga persentase sampah terpilah masih dilakukan secara bertahap. Sebanyak dua daerah yang membuang sampah ke lokasi tersebut sudah mulai memilah sampah salah satunya Kota Mataram.

“Sekarang di Kota Mataram sudah mulai pemilahan. Pilah sampah dari rumah programnya di Kota Mataram,” katanya.

Menurutnya, pemilahan sampah yang diprogramkan Pemerintah Kota Mataram disebut cukup didukung dengan program-program yang lain. Misalnya, sampah yang sudah terpilah dijadikan untuk pengembangan maggot.

“Bidang persampahan juga cukup mendukung, di support untuk membuang sampah yang sudah dipilah ke maggot center Kota Mataram,” ujarnya.

Kabupaten Lombok Barat saat ini juga sudah memiliki TPST untuk proses pengolahan sampah yang dihasilkan. Sampah-sampah yang dihasilkan sudah mulai diolah agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Lombok Barat sudah ada TPST di Senteluk dengan kapasitas 25 ton per hari. Pengolahan disana itu kompos, maggot, kemudian juga sampah anorganik dikelola. Yang memiliki nilai jual diambil,” ungkapnya.

Dalam sehari, jumlah sampah yang dibuang ke TPA Regional Kebon Kongok mencapai 320 ton lebih yang bersumber dari Kota Mataram dan Lombok Barat. Dirincikan, sampah yang berasal dari Lombok Barat yaitu sekitar 40-60 ton, dan Kota Mataram 280 ton. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer