Batulayar Dipadati Wisatawan, Retribusi untuk Perawatan Sarpras dan Kebersihan

141
Kawasan pantai di Batulayar-Senggigi dipadati wisatawan saat lebaran topat. Senin (09/05/2022). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kawasan pantai yang ada di wilayah Batulayar dipenuhi lautan manusia. Masyarakat yang antusias merayakan lebaran ketupat berbondong-bondong datang bersama sanak saudaranya. Bahkan, mereka yang datang plesir tidak hanya warga Lombok Barat saja.

Berbagai langkah antisipasi pun dilakukan oleh panitia keamanan di pesisir pantai yang menjadi titik ramai kunjungan. Termasuk berupaya keras tetap menjaga kebersihan dan keamanan di kawasan pantai.

Samsul Hadi, ketua panitia penyelenggara lebaran ketupat di pantai dusun Batulayar Utara menyebut masyarakat yang berkunjung memang dimintai retribusi. Di mana dana retribusi itu nantinya akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan pemeliharaan dan penambahan berbagai fasilitas umum yang ada di sana. Mulai dari musala, toilet, hingga biaya kebersihan.

“Kontribusi dari hasil kami (pembayaran retribusi) akan kami kembalikan ke masyarakat. Untuk perawatan sarana fasilitas ibadah, dan kebersihan yang harus tetap terjaga,” terangnya saat ditemui di posko panitia, Senin (09/05/2022).

Kata dia, upaya untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat wisata untuk jangka panjang juga tidak kalah pentingnya. Sehingga pemeliharaan berbagai fasilitas yang sudah ada tetap diupayakan.

Terlebih, tahun ini lebaran ketupat bisa dirayakan kembali setelah sempat ditiadakan dua tahun belakangan. Faktor keamanan juga turut menjadi perhatian karena antusias masyarakat yang tak terbendung.

Berbagai langkah antisipasi pun mereka siapkan dengan matang. Bersama pihak terkait lainnya seperti TNI-Polri, hingga para nelayan. Terutama untuk memantau keamanan dan keselamatan masyarakat yang berwisata. Terlebih kawasan tersebut ramai juga dikunjungi anak-anak.

“Di pesisir kami sudah siapkan para pemuda di masing-masing titik, baik dalam konteks kehilangan, copet atau apa pun itu. Kami melakukan penjagaan kami usahakan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Karena tak dapat dipungkiri, dengan begitu ramainya kunjungan masih saja ada orang tua yang tiba-tiba lepas pengawasan terhadap anaknya yang sedang bermain. Namun syukurnya masih berhasil ditemukan.

“Sempat ada anak yang terpisah dari orang tuanya, tapi karena di berbagai titik di pantai ini kami sebar para pemuda, jadi itu bisa langsung dilaporkan dan kami umumkan melalui pengeras suara yang bisa terdengar di wilayah pantai ini,” tutupnya. (yud)