Belasan Ribu Mangrove Ditanam di Desa Penyangga KEK Mandalika

65
Penanaman 15 ribu tumbuhan mangrove ditanam di Desa Mertak Kecamatan Pujut yang merupakan desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Senin (17/1/ 2022). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Sebanyak 15 ribu tumbuhan mangrove ditanam di Desa Mertak Kecamatan Pujut yang merupakan desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Senin (17/1/ 2022).

Penanaman dilakukan prajurit TNI Kodim 1620/Lombok Tengah bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB dan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan mengatakan penanaman tersebut dilakukan untuk pemulihan ekosistem mangrove KEK Mandalika. “Kegiatan penanaman dilakukan dengan teknik pembibitan yang menggunakan metode pengayaan,” katanya.

Jenis bibit yang ditanam adalah Rhizophora Mucronata dan Rhizophora Stylosa. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam bibit mangrove bervariasi mulai dari 1mx1m, 2mx2m hingga 2mx5m.

Diharapkan penanaman tersebut dapat memulihkan atau memperbaiki kualitas serta melestarikan hutan mangrove, serta memberikan motivasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait kelestarian hutan dan lingkungannya.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengembalikan fungsi dan manfaat hutan mangrove baik secara fisik, ekologis dan ekonomis. Dengan adanya kegiatan penanaman ini masyarakat diharapkan untuk ikut serta dalam menjaga ekosistem mangrove di kawasan Kuta Mandalika,” harapnya.

Dijelaskan bahwa tumbuhan mangrove adalah tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, atau muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhnya bertoleransi terhadap salinitas.

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat secara fisik, ekologis dan ekonomis. Secara fisik manfaat mangrove antara lain, sebagai perlindungan terhadap sedimentasi, abrasi air laut, penahan badai dan angin yang bermuatan garam, serta untuk menurunkan emisi karbon.

“Secara ekologis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup, perlindungan dan sumber pakan bagi biota laut dan spesies yang ada di sekitarnya. Sedangkan secara ekonomis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat rekreasi wisata, sumber bahan baku untuk bangunan dan kayu bakar serta sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan penangkap ikan, udang, kepiting dan lainnya,” ujarnya. (irs)