Belum 100 Persen, Masih Ada Guru di Mataram Menolak Divaksin

34
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali (Inside Lombok/dok)
IMG 20210816 WA0007
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mencatat hingga saat ini masih ada guru yang belum mau menerima vaksinasi Covid-19. Berbagai hal diduga menjadi penyebab. Mulai dari penolakan langsung oleh tenaga guru, maupun alasan lain karena keragu-raguan terhadap efek vaksin.

“Ada beberapa sekolah yang menolak vaksin,” ujar Kepala Disdik Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali saat memberi keterangan, Jumat (29/10) di Mataram.

Ia mengatakan, percepatan realisasi vaksin terus didorong pemerintah daerah karena melihat kaitannya dengan penentuan status penularan Covid-19, termasuk di Kota Mataram. Mengingat pemerintah saat ini menjadikan realisasi vaksin sebagai salah satu indikator dalam penentuan level pembatasan kegiatan masyarakat.

“Guru ini kan sudah kita bilang, akan menjadi kesimpulan nanti kita menjadi level berapa. Sekolah itu juga sangat menentukan. Itu saja sih kendalanya,” ujar Fatwir.

Jumlah sasaran vaksin Covid-19 bagi guru di Kota Mataram mencapai 9.000 orang. Namun diakuinya masih banyak guru yang belum menerima vaksinasi. Dari data yang ada, baru 91 persen guru dan 89 persen pegawai non guru di Kota Mataram sudah tervaksin.

Diakuinya, pendataan realisasi vaksin guru cukup sulit dilakukan terutama di sekolah swasta. “Ada yang bilang sudah, ada juga yang pura-pura bilang sudah. Jadi kalau ditanya masih simpang siur,” ungkap Fatwir.

Diterangkan, guru yang belum tervaksin rata-rata ada di sekolah swasta. Untuk mendorong percepatan, pihaknya akan mendatangi sekolah bersangkutan. “Nantinya tim vaksin ke sekolah. Tinggal nanti di sekolah itu menerima tidak,” ujarnya.

Beberapa cara sudah coba dilakukan pemda untuk menggenjot vaksin, terutama di sekolah swasta. Namun upaya tersebut diakui belum berhasil. Terutama di yayasan pendidikan yang dinilai cukup sulit untuk menerima pemberian vaksinasi Covid-19. “Kita kasih teguran juga kan,” keluhnya.

Sementara terkait dengan adanya surat pernyataan bagi sekolah yang sudah dan belum divaksin, Fatwir mengatakan hal tersebut merupakan tugas kepolisian. “Kita Dinas Pendidikan hanya memberikan data. Ini data sekolah baru sekian persen. Nanti dari tim vaksin datang. Masalah diterima nanti tim Kota Mataram yang akan bergerak,” pungkasnya.