Belum Ada Kejelasan, Organda NTB Pertanyakan Penyediaan Transportasi MXGP

100
Beberapa bus anggota Organda NTB tengah parkir (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Kesiapan transportasi pada perhelatan event MXGP 24-26 Juni mendatang hingga kini belum ada kelanjutannya. Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB pun belum dilibatkan untuk penyediaan kebutuhan transportasi jelang event internasional tersebut.

Ketua Organda NTB, Junaidi Kasum mengatakan Organda NTB maupun perwakilan di kabupaten/kota sampai saat ini belum ada pembicaraan format transportasi MXGP di kawasan Samota Kabupaten Sumbawa oleh stakeholder terkait dan pihak penyelenggara. Sehingga belum diketahui persiapan yang harus dilakukan dari sisi transportasi.

“Anggota kami organda banyak juga, terkait transportasi jawaban saya sama, sampai saat ini format transportasi belum ada,” ujar Junaidi, Selasa (24/5).

Lantaran belum adanya kejelasan, pihaknya mengaku tidak ingin dibebankan persoalan jika seandainya terjadi krodit pada kesiapan transportasi untuk event MXGP. Terlebih para penyedia transportasi anggota Organda NTB belum dilibatkan secara resmi hingga saat ini. Padahal penonton yang datang diperkirakan mencapai puluhan ribu, di antaranya ada juga yang membutuhkan transportasi.

“Kalau seandainya terjadi krodit, jangan salahkan orang lain. Sementara dikatakan penonton MXGP di angka 60 ribu. Kalau ini benar terjadi, saya tidak membayangkan seperti apa rekayasa lalu lintasnya. Pasti macet,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pada event besar beberapa pihak terlibat untuk mensukseskan gelaran event tersebut. Baik dari akomodasi penginapan, UMKM, travel agent hingga transportasi terlibat. Seperti pada event MotoGP Maret lalu yang mana hampir seluruhnya terlibat dan menangkap peluang yang ada.

Terpisah, Komandan Lapangan MXGP Samota Sumbawa, H Ridwan Syah saat dikonfirmasi terkait dengan belum adanya keterlibatan Organda sebagai penyedia transportasi di event MXGP di kawasan Samota mengaku tengah menunggu informasi lebih lanjut.

“Masih dibahas kok (kesiapan transportasi, Red)” ujarnya singkat. (dpi)