Belum Terealisasi, Atlet Paralayang Sembalun Tuntut Janji Bupati

 

Aktivitas paralayang di Sembalun, Senin (21/06/2021). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Para Atlet Sembalun Paragliding Club (SPC) atau biasa dikenal dengan Paralayang Sembalun menuntut Pemerintah Daerah Lombok Timur (Lotim) untuk segera merealisasikan janjinya. Janji itu terkait pembinaan olahraga paralayang di Lotim.

Salah seorang Atlet Paralayang Sembalun, Bizan Fatomi mengatakan, dirinya atas nama SPC menagih janji Pemda Lotim beberapa tahun lalu terkait dengan pengembangan olahraga paralayang. Bupati Lotim sebelumnya dikatakan akan membenahi insfrastruktur, pembinaan atlet, serta alat pendukung lainnya untuk pengembangan olahraga paralayang tersebut.

“Kita tagih janji-janji pengembangan paralayang dari Bupati Lotim,” ucap Bizan panggilan akrabnya, saat dihubungi Inside Lombok, Senin (21/06/2021).

Bizan mengungkapkan bahwa pengembangan olahraga paralayang di Lotim, khususnya di Sembalun jauh tertinggal dibandingkan dengan kabupaten lain di NTB. Padahal paralayang di Sembalun sudah lebih dulu berkembang.

“Awalnya dijanjikan akan mensupport kita jika ada atlet yang sudah berprestasi, tapi walapun ada yang sudah berprestasi tetap saja kami tidak pernah dilirik,” tuturnya.

Lebih mirisnya lagi, atlet paralayang yang berprestasi mengharumkan nama NTB dan Lotim di kancah nasional, harus merelakan dirinya keluar dari atlet NTB. Sehingga saat ini salah seorang atlet paralayang berprestasi tersebut menjadi perwakilan provinsi lain yakni Sulawesi Tengah dalam kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

“Atlet kita sering mendapat juara di kancah daerah sampai nasional, dan sering mengikuti event di kancah dunia juga,” cetusnya.

Ketua SPC, Royal Sembahulun juga mengatakan, pada bulan Agustus 2020 lalu, Bupati pernah menyampaikan bahwa akan mendukung atlet dan pengembangan paralayang pada tahun 2020 silam. Serta pengembangan paralayang akan dititip di Dinas Pemuda Olahraga. Namun, ia juga tidak mengetahui akan terealisasikan atau tidak, mengingat APBD banyak digunakan untuk penanggulangan Covid 19.

“Namun kita sangat sayangkan tidak adanya perhatian pemerintah terkait para atlet, padahal ketika mereka Lomba wajib mengatasnamakan daerahnya yaitu Lombok Timur dan NTB,” imbuhnya.

Royal berharap agar pemerintah hadir memenuhi kebutuhan pengembangan atlet agar mampu membawa nama baik daerah. Perlu juga perekrutan atlet-atlet baru dari generasi muda agar Lombok Timur memiliki atlet-atlet yang berbakat. Selain itu, paralayang juga dapat di kembangkan menjadi wisata petualangan yang tentunya dapat mendongkrak Pariwisata di kabupaten Lombok Timur.

“Potensi paralayang tidak hanya di Sembalun, melainkan juga di wilayah lainnya seperti di Jerowaru. Sekarang tinggal menunggu suport Pemda seperti daerah-daerah lain di NTB,” jelasnya.