Berangkat Haji, Jemaah Asal Lombok Bawa Sambal hingga Beras

85
Salah seorang jemaah haji bawa beras dalam koper. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Pemberangkatan jemaah haji dari embarkasi Lombok masih berlangsung. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram tetap memeriksa barang bawaan jemaah yang akan berangkat. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, sejumlah jemaah ternyata membawa makanan basah seperti sambal hingga beras 5 kilogram.

Kepala KKP Kelas II A Mataram dr. Aulianto, Rabu (22/6) di Mataram mengatakan, pemeriksaan barang bawaan haji terutama makanan ini untuk mengantisipasi adanya keluhan kesehatan terutama pencernaan. Selama pemeriksaan barang bawaan jemaah haji dari penerbangan kloter pertama banyak ditemukan seperti sambal, lontong hingga beras 5 kilogram.

“Banyak yang sudah kita ambil. Bukan disita, tapi kita minta ditinggalkan seperti makanan sambal yang mudah rusak dan makanan yang basah, dan itu semua akan menimbulkan khawatir gangguan kesehatan terutama pencernaan,” katanya.

Pemeriksaan yang dilakukan juga berdasarkan kesepakatan jemaah haji. Nantinya setelah dikeluarkan, pihak keluarga diminta untuk membawa pulang. “Kami periksa dan keluarkan berdasarkan persetujuan dari para jemaah haji. Kalau ada keluarganya di sini, silakan dibawa pulang,” ujarnya.

Aulia mengatakan, jemaah diimbau tidak mengkonsumsi sambal agar tidak terserang gangguan pencernaan pada saat penerbangan. Apalagi akan diterbangkan ke Tanah Suci Kamis (23/6) besok. “Takutnya pada saat terbang ada gangguan pencernaan. Kita minta jemaahnya ditinggal saja (makanan basah yang dibawa),” tegasnya.

Ditegaskan, selama pelaksanaan ibadah haji pemerintah sudah menyiapkan makanan untuk para jemaah, sehingga jemaah diminta untuk fokus melaksanakan ibadah selama berada di Tanah Suci.

Sementara itu calon jemaah haji asal Kabupaten Lombok Utara, Hamdan mengatakan membawa beras di koper miliknya lantaran dititipi jamaah haji lain. Karena masih mendengar cerita lama, bahwa di Tanah Suci jemaah haji akan masak. Sehingga, beras yang dibawa untuk memenuhi kebutuhan selama berhaji.

“Masih dengar cerita lama beberapa tahun lalu yang harus masak di sana. Sudah saya kasih tahu jangan bawa yang begitu,” ucapnya. Hamdan sendiri mengaku telah mengetahui imbauan agar jemaah tidak perlu membawa beras. Karena kebutuhan jemaah haji terutama makanan akan ditanggung selama berada di Tanah Suci. Sementara barang yang disita akan dikembalikan ke keluarga. (azm)