Home Berita Utama BKPSDM: Formasi CPNS Mataram Tahun 2020 Diakumulasi Tahun Depan

BKPSDM: Formasi CPNS Mataram Tahun 2020 Diakumulasi Tahun Depan

Seorang peserta tes calon pengawai negeri sipil (CPNS) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencuci tangan sebelum masuk ruang tes. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan kuota formasi rekrutmen calon pengawai negeri sipil (CPNS) Kota Mataram untuk Tahun 2020 akan diakumulasi dengan Tahun 2021.

“Tahun ini tidak ada rekrutmen CPNS, tapi kuota formasi kita digabung dengan kuota formasi Tahun 2021. Kalau biasanya kita dapat kuota sekitar 200-an formasi, tahun depan kita akan dapat 400-an formasi,” kata Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati di Mataram, Selasa.

Menurutnya, sebanyak 400-an formasi tersebut tetap diprioritaskan untuk guru dan tenaga kesehatan, sebab jumlah formasi untuk guru dan tenaga kesehatan belum dapat memenuhi kebutuhan setelah adanya moratorium yang dilakukan selama lima tahun.

Selama ini, katanya, formasi sekitar 200 yang diberikan hanya sebatas untuk mengganti PNS yang sudah masuk masa pensiun. Belum termasuk untuk menutupi saat moratorium.

“Jika dihitung waktu moratorium, dengan jumlah guru dan tenaga medis yang pensiun saat itu jumlahnya sekitar 800-an, sementara kuota formasi yang diberikan setiap tahun sangat terbatas sehingga belum dapat menutupi,” katanya.

Dulunya, kata Nelly, kekurangan guru dan tenaga kesehatan saat dilakukan moratorium akan diperbantukan dengan pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), tapi sejauh ini belum ada tindak lanjut.

“Karena itu untuk memenuhi kebutuhan, kami mengatur dan mengoptimalkan formasi yang diberikan setiap tahunnya,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan tenaga teknis, lanjut Nelly, rata-rata sekarang dibutuhkan tenaga untuk operator dan teknisi komputer. Apalagi saat ini berbagai program kegiatan dari pemerintah menggunakan aplikasi dalam jaringan (daring), terlebih di masa pandemi COVID-19.

Terkait dengan itu kebutuhan terhadap tenaga operator juga menjadi prioritas, namun kebutuhan itu akan dipenuhi secara bertahap.

“Sekarang kami fokuskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga operator di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya, akan kami penuhi untuk di kecamatan dan kelurahan,” katanya. (Ant)