BKPSDM: Pendaftaran CPNS Mataram Tidak Diperpanjang

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumbar Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati mengatakan, tahapan pendaftaran rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Mataram tidak diperpanjang karena semua formasi sudah terisi.

“Tepat pukul 00.00 WITA tadi malam, pendaftaran CPNS untuk formasi Kota Mataram ditutup,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Menurut dia, jumlah pelamar yang masuk ke formasi Kota Mataram tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai di atas 7.000 orang pelamar.

Sementara berdasarkan data terakhir, jumlah pelamar CPNS Kota Mataram tahun 2019, sampai penutupan tadi malam tercatat sebanyak 4.814 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 3.614 dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan 161 tidak memenuhi syarat (TMS).

Sedangkan 183 pelamar belum terverifikasi dan 856 berkas pelamar masih dalam proses verifikasi.

“Kami menargetkan, hari Sabtu (30/11), semua berkas rampung diverifikasi,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan jumlah pelamar di Kota Mataram dipicu banyak faktor, diantaranya karena formasi yang tersedia tidak sesuai dengan kualifikasi pelamar, takut bersaing karena nilai atau hasil ujian di Mataram relatif tinggi.

Hal itu bisa dilihat dari 4.814 pelamar yang masuk, sekitar 2.000 adalah pelamar tahun 2018, dan sisanya merupakan pelamar baru. “Artinya, banyak dari pelamar yang mencari peluang di kabupaten, padahal di kabupaten pelamarnya juga banyak sehingga peluangnya kecil,” jelasnya.

Dalam hal ini, Nelly tidak mempermasalahkan jumlah pelamar justru hal itu bisa memudahkan pihaknya bekerja cepat dalam proses pelaksanaan tahapan-tahapan berikutnya termasuk untuk tes.

“Tidak masalah, pelamar kita sedikit. Itu bisa memudahkan dan mempercepat kerja kita,” katanya.

Jumlah formasi CPNS untuk Kota Mataram sebanyak 275 dan sebagian besar untuk formasi guru dan tenaga kesehatan. Dengan rincian untuk formasi guru tercatat sebanyak 177, tenaga kesehatan 76 dan tenaga teknis 22. (Ant)