BNN Periksa Urine Kepala Sekolah di Lombok Barat

Petugas BNN NTB memeriksa urine yang diambil dari 400 kepala sekolah di Kabupaten Lombok Barat untuk memastikan apakah mengandung zat narkoba atau tidak. (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Nusa Tenggara Barat memeriksa urine 400 orang kepala sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga SMP di Kabupaten Lombok Barat, untuk memastikan tidak mengandung narkotika dan obat-obatan berbahaya.

“Alhamdulillah hasilnya bersih.Tidak ada yang positif,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Hendrayadi, di Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Senin.

Ia mengatakan pengambilan sampel urine tersebut dilakukan sebagai rangkaian dari kegiatan Kemah Kepemimpinan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat.

Kemah Kepemimpinan digelar secara rutin. Kegiatan tersebut sebagai ajang penyegaran dan menumbuhkan ide kreatif, inovasi, dan harmonisasi antarkepala sekolah.

Tahun ini, kata Hendrayadi, pihaknya menggandeng BNN NTB untuk memberikan edukasi dan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi para kepala sekolah.

Tujuannya agar kepala sekolah selaku pendidik  bersama-sama memberantas narkoba di lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Kegiatan juga dirangkai dengan deklarasi sekolah antinarkoba dan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Dinas Kebudayaan dan Pendidikam akan memprogramkan Sekolah Bebas Narkoba di semua sekolah di Kabupaten Lombok Barat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN NTB, H Nur Rachmat mengatakan, pihaknya siap membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memberantas narkoba.

“Kami di BNN NTB mendukung dan siap bekerja sangat erat dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terkait dengan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Selain penyuluhan narkoba, para peserta juga menerima materi sekolah perjumpaan. Sekolah perjumpaan tersebut sudah dipraktikkan di beberapa tempat dan komunitas, termasuk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lombok Barat yang sudah berjalan selama dua bulan. (Ant)