Booster Akan Jadi Syarat Masuk Mall

35
Suntik vaksin Covid-19 ketiga (booster) di Rumah Sakit Internasional Mandalika, Rabu (19/1/2022). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Mataram (Inside Lombok) – Kasus Covid-19 masih terjadi peningkatan di beberapa negara. Pemerintah pusat melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan. Antisipasi yang dilakukan dalam bentuk memaksimalkan pemberian vaksin booster atau vaksin dosis ketiga kepada masyarakat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa, Selasa (5/6) di Mataram mengatakan, pelayanan vaksin dosis ketiga di Kota Mataram tetap dilayani di fasilitas kesehatan. Pelayanan vaksin booster ini agar kekebalan tubuh bisa lebih kuat.

“PPKM yang terbaru menempatkan Kota Mataram masih di level 1. Tidak ada hal yang signifikan terkait penanganan covid ini. Kita tetap mempush untuk vaksinasi booster,” katanya.

Kedepan pemerintah pusat akan mensyaratkan vaksin booster untuk masuk ke mall, perkantoran dan berpergian. Persyaratan ini akan diberlakukan dua minggu lagi. Hal ini dilakukan, karena masih banyak masyarakat yang belum booster.

“Yang sudah memperoleh vaksinasi pertama dan kedua untuk lansia dan anak-laki ini bisa booster semua faskes di Kota Mataram akan tetap melayani,” ujarnya. Vaksinasi booster ini akan melayani semua warga Kota Mataram yang sudah memenuhi syarat. Untuk bisa vaksin booster, harus sudah pernah vaksin dosis kedua selama enam bulan sebelumnya.

Sementara untuk upaya pengendalian penularan Covid-19, Nyoman menegaskan masih bisa dilakukan. Karena saat ini, Kota Mataram masih berada pada level 1 pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Sampai dengan data kemarin kenaikan masih dikendalikan,” tegasnya.

Diakui Nyoman, pengetatan protokol kesehatan di tempat-tempat publik masih menjadi catatan Satgas Covid-19. Selain prokes, penerapan aplikasi PeduliLindungi juga sudah mulai longgar. Dengan kondisi tersebut, Satgas Covid-19 akan mulai mengaktifkan kembali prokes dan aplikasi PeduliLindungi.

“Pengetatan yang harus dilakukan di tempat-tempat publik memang ini catatan kita. Pahami bersama pelandaian prokes penggunaan aplikasi PeduliLindungi,” ucapnya.

Saat ini, sambung Nyoman, kasus Covid-19 masih ditemukan adanya penularan. Namun jumlah kasus yang ditemukan sangat kecil dan bisa dikendalikan. “Kasus harian landai. Belum ada temuan awal Juli,” ungkapnya. (azm)