BOR Pasien Covid-19 di Mataram Menurun, Tingkat Kesembuhan Naik

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok)- Pemerintah pusat akan melakukan evaluasi kembali terhadap pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah. Pemkot Mataram berharap bisa turun ke level dua. Meski saat ini masih berada pada level 3.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa melihat kondisi Kota Mataram sudah mulai membaik, Kota Mataram diharapkan bisa turun level. Di mana, Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Kota Mataram sebesar 43,3 persen. Secara keseluruhan di Kota Mataram yaitu di bawah 30 persen. Selain itu, tingkat kesembuhan juga mengalami peningkatan.

“Yang terkonfirmasi juga bisa kita kendalikan. Kita harapkan dan harapan pak walikota juga supaya Kota Mataram bisa turun level. Bisa ke level dua lah atau kalau tidak bisa tetap bertahan di level tiga,” harapnya.

Jika Kota Mataram turun ke level dua lanjut Nyoman, Pemkot Mataram akan melakukan penyesuaian kebijakan. Terutama kelonggaran aktivitas masyarakat. Penurunan status level pada masa pandemi Covid-19 ini akan sangat berdampak pada kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.

“Itu efek yang kita harapkan sebenarnya dari penyesuaian level ini. Misalnya dari yang 25 persen bisa menjadi 50 persen dan yang 50 bisa menjadi 75 persen,” ujarnya.

Di samping itu, meski Kota Mataram sudah berada pada level 3, penanganan kasus Covid-19 masih harus ditingkatkan. Karena hingga kini, jumlah penularan Covid-19 ditengah masyarakat masih fluktuatif.

“Tingkat kesembuhan kita sudah bagus ya. Dan sekarang kita sedang menggencarkan vaksinasi kita. Ini yang masih berada pada angka kurang dari 60 persen. Dan yang menjadi kendala ini vaksinasi kedua yang belum mencapai target,” kata Nyoman

Untuk mengantisipasi penularan di lingkungan keluarga, Satgas Covid-19 Kota Mataram menghimbau agar masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 bisa diisolasi terpusat. Karena saat ini, masih ada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. Karena diakui, masyarakat yang isolasi mandiri di rumah masih ada yang tidak terpantau oleh tenaga kesehatan.

“Sering terjadi mereka sudah dalam kondisi kritis baru dibawa ke rumah sakit. Ini sekarang tantangan kita di lapangan. Karena tidak terpantau nakes jadi kita sulit memprediksi berapa persen sebenarnya masyarakat kita yang isolasi mandiri,” katanya.

Upaya yang dilakukan saat ini yaitu pihak lingkungan dan aparat TNI/Polri mendata jumlah pasien yang melakukan isolasi mandiri. “TNI/Polri membentuk satgas untuk memantau masyarakat kita yang melakukan isolasi mandiri. Kalau tidak memenuhi syarat akan dijemput,” tegas Nyoman.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pemerintah Provinsi NTB per 22 Agustus 2021, jumlah tambahan kasus baru yaitu sebanyak 47 kasus dan sebanyak 61 pasien dinyatakan sembuh. Dengan tambahan tersebut, total kasus Covid-19 di Kota Mataram yaitu sebanyak 6.459 orang. Terdiri dari 435 pasien masih dalam masa isolasi, sebanyak 5.815 dinyatakan sembuh dan 209 pasien Covid-19 meninggal.