BPBD Mataram Imbau Warga di Pinggir Sungai Waspada

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram (jaket oranye) Mahfuddin Noor memantau area banjir di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Nusa Tenggara Barat, Ahad malam (1/3/2020) (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomalas. ho.ist)

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor mengimbau warga yang tinggal di pinggir sungai di kota itu agar waspada terhadap banjir dan longsor.

“Sampai saat ini, potensi longsor belum ada tetapi masyarakat harus tetap waspada. Bila perlu warga yang tinggal di pinggir sungai untuk sementara pindah ke rumah keluarga yang memiliki rumah lebih jauh dari sungai,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Imbauan itu disampaikan mengingat, hujan deras yang terjadi dengan intensitas lama dan merata pada Ahad (1/3) yang mengakibatkan debit air pada semua sungai yang melintasi Kota Mataram naik signifikan.

Dari hasil pantauan tim patroli BPBD, menyebutkan debit air di semua sungai melintasi Mataram, seperti Sungai Midang, Jangkuk, Ancar dan Unus meningkat singnifikan, sementara pontensi hujan sedang hingga deras masih diprediksi sampai tanggal 7 Maret 2020.

“Untuk itu, warga perlu waspada karena selain ancaman banjir kiriman, potensi longsor juga perlu diantisipasi,” katanya.

Imbauan tersebut juga telah disampaikan melalui, kecamatan, kelurahan untuk ditindaklanjuti ke tingkat lingkungan masing-masing.

Selain itu, Mahfuddin juga meminta warga berperan aktif dengan tidak buang sampah sembarang tempat yang bisa memicu banjir dan segera melaporkan jika ada indikasi bencana ke aparat terdekat agar dapat segera dilakukan tindakan sebagai pengurangan risiko bencana.

“Kami ada posko siaga becana 24 jam, di halaman pendopo wali kota yang siap terima pengaduan masyarakat dan pertolongan untuk kurangi risiko bencana,” katanya.

Mahfuddin menambahkan akibat hujan lebat disertai angin kencang pada Ahad (1/3) mulai pukul 14.00 Wita sampai sekitar pukul 20.00 Wita, dua lingkungan di Kelurahan Rembiga yakni Lingkungan Rembiga Barat dan Timur dengan 22 kepala keluarga (KK) terdampak banjir kiriman dari luapan air Sungai Midang, namun tidak sampai diungsikan.

Selain itu, terjadi genangan dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter pada beberapa titik, diantaranya di Kelurahan Pejeruk, Pagutan Timur, Rembiga, Dayen Peken, Udayana, Monjok Barat dan Timur, Jalan Sriwijaya, Kekalik, dan Jalan Koperasi Pelembak, serta pohon tumbang di tiga lokasi, yakni di Kampung Melayu, Jalan Panjitilar Kelurahan Tanjung Karang, dan di Kelurahan Taliwang yang semuanya sudah langsung ditangani tim kesiapsiagaan bencana. (Ant)