BPBD Mataram Segera Bagi Puluhan Ribu Masker Anak

Mataram (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera membagi puluhan ribu masker untuk anak secara gratis guna melindungi anak-anak agar tidak terpapar COVID-19.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Kamis, mengatakan total masker anak yang disiapkan untuk dibagis gratis itu sebanyak 20 ribu.

“Masker anak tersebut telah didesain khusus dengan berbagai karakter sesuai selera anak-anak agar anak senang menggunakan masker. Insya Allah, dalam waktu dekat akan kita bagi,” katanya.

Pembuatan masker tersebut karena dari evaluasi, anak yang terpapar COVID-19 di Kota Mataram, tertinggi di Nusa Tenggara Barat, dengan jumlah kasus terakhir 39 orang bahkan ada 1 yang meninggal.

Dikatakannya, pembuatan masker anak itu menjadi bagian dari total masker yang dipesan sebanyak 100 ribu buah, yang sedang dalam proses penyelesaian.

Dalam proses pembuatannya 100 ribu masker anak-anak dan dewasa, BPBD bekerja sama dengan Dinas Koperasi Perindusrian dan UKM yang saat ini sedang berproses di beberapa IKM dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Untuk kualitas, kita tetap membuat masker yang dapat digunakan berulang kali atau bisa dicuci dengan tetap mengacu pada ketentuan dan memenuhi standar masker kesehatan,” katanya.

Menurutnya, 100.000 masker yang dipesan itu akan dibagi gratis kepada warga di Kota Mataram, termasuk warga yang ditemukan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah seperti kegiatan tahap awal.

Dikatakannya, pengadaan 100 ribu masker tersebut merupakan pengadaan tahap kedua, dimana sebelumnya sebanyak 117.000 masker juga telah dibagi gratis saat awal pandemi COVID-19 berebak di daerah ini.

“Pemesanan 117 ribu masker waktu itu kita am ambil di luar daerah karena situasi saat itu tidak memungkinkan ada IKM lokal yang menyelesaikan pesanan masker sebanyak itu,” katanya.

Mahfuddin mengatakan masker saat ini menjadi sebuah kebutuhan primer yang harus dimiliki dalam kondisi pendemi COVID-19, sehingga pihaknya ke depan tetap akan melakukan alokasi anggaran pembuatan masker yang akan dibagi gratis ke masyarakat.

“Untuk pengadaan masker, kita memiliki anggaran sekitar Rp600 juta untuk beberapa kali pengadaan,” sebutnya.

Ia berharap masyarakat bisa tetap ketat mentaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hindari kerumunan dan menjaga kesehatan. (Ant)