BPS Mataram Siapkan Pola Sensus Penduduk Sesuai Protokol COVID-19

Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan pola kegiatan sensus penduduk manual atau offline yang akan dilaksanakan bulan September 2020, sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram Isa, SE, di Mataram, Senin, mengatakan, salah satu pola yang disiapkan adalah dengan mengubah kegiatan sensus dari pintu ke pintu (door to door) dari sistem wawancara menjadi pengisian pertanyaan.

“Kalau dulu kami merencanakan sensus penduduk manual bagi yang belum sensus online dengan sistem wawancara langsung, tetapi kondisi di tengah pandemi COVID-19 itu tidak memungkinkan. Jadi kita ubah dengan pengiriman daftar pertanyaan untuk setiap kepala keluarga (KK),” katanya.

Dikatakan, bagi masyarakat yang tidak bisa menulis, membaca, tidak paham cara pengisiannya, BPS telah menyiapkan 300 orang petugas disebar ke kelurahan dan lingkungan yang siap membantu.

“Kami juga akan melibatkan para RT, untuk bisa mendampingi warganya tentunya dengan menerapkan protokol COVID-19 yakni menggunakan masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak,” katanya.

Menurutnya, sistem menyebar daftar pertanyaan kepada setiap KK tersebut dinilai aman dan sesuai protokol COVID-19, agar kegiatan sensus penduduk tahun 2020 bisa tetap dilaksanakan.

Kendati petugas yang disiapkan tersebut berkurang sekitar 50 persen dari petugas yang direncanakan sebelum pandemi COVID-19, karena kalau sebelum pandemi mereka akan melakukan wawancara langsung.

Kalau sekarang, katanya, cukup menyebar daftar pertanyaan ke setiap KK dan mengambil kembali setelah diisi dalam rentan waktu maksimal 2 minggu.

“Pada bulan Juli, kami akan cetak semua KK yang sudah melakukan sensus penduduk online, dan penduduk yang belum melakukan sensus online agar para RT bisa menyiapkan siapa saja yang akan menjadi sasaran pemberian daftar pertanyaan tersebut,” katanya.

Isa menambahkan, berdasarkan pendataan warga masyarakat Mataram yang sudah melakukan sensus penduduk daring sejak 15 Februari sampai 31 Mei 2020, tercatat hampir 24 persen dari jumlah penduduk di Mataram.

“Alhamdulillah tingkat partisipasi masyarakat melakukan sensus penduduk online cukup tinggi sebab angka hampir 24 persen itu di atas nasional dengan realisasi di bawah 20 persen,” sebutnya. (Ant)