BPS Mataram Verifikasi Hasil Kegiatan Sensus Penduduk 2020

138
Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, saat melaksanakan sensus penduduk terhadap tunawisma melalui program "sensus night" pada 15 September 2020. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/HO.BPS)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan verifikasi terhadap hasil kegiatan Sensus Penduduk 2020, baik yang sudah dilakukan secara dalam jaringan (daring) maupun manual.

“Verifikasi kita jadwalkan mulai hari ini sampai 30 Septermber 2020, termasuk menyisir penduduk yang bertambah tapi belum terdata dalam sensus penduduk daring serta data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” kata Kepala BPS Kota Mataram, Isa, SE, MM di Mataram, Rabu.

Isa yang ditemui seusai melakukan verifikasi terhadap sensus penduduk daring terhadap Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, mengatakan proses tahapan sensus penduduk daring atau “online” serta sensus manual sudah selesai dilaksanakan tanggal 15 September 2020, dengan capaian 90 persen lebih dari jumlah penduduk.

“Saat ini, kita tinggal melakukan verifikasi dan konfirmasi kembali terhadap penduduk yang sudah melakukan sensus penduduk :online’, sekaligus menyisir warga yang belum terdata,” katanya.

Menurutnya, penduduk yang belum terdata oleh petugas sensus tersebut karena petugas tidak menjumpai sasaran dan warga yang sedang berpergian sehingga perlu didatangi lagi.

Sementara untuk klarifikasi terhadap penduduk yang sudah melakukan sensus “online” dilakukan, sebab petugas perlu informasi terhadap kepastian isi formulir sensus daring yang telah diisi warga.

“Dari verifikasi kami, masih ada yang keliru tanggal lahir serta data tidak sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik. Untuk itulah, perlu kita verifikasi kembali guna melengkapi laporan secara teknis,” katanya.

Isa sebelumnya mengatakan, sensus penduduk manual atau luring yang sekitar 300 orang petugas dilaksanakan, sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19, salah satunya dengan menggunakan masker serta pelindung wajah.

Bahkan, pola yang disiapkan untuk sensus penduduk manual adalah dengan mengubah kegiatan sensus dari pintu ke pintu (door to door) yang menggunakan sistem wawancara menjadi pengisian pertanyaan.

“Kami juga melibatkan para RT, untuk bisa mendampingi warganya tentunya dengan menerapkan protokol COVID-19 yakni menggunakan masker, hand sanitizer dan menjaga jarak,” katanya. (Ant)