Bulog Bima Antisipasi Dampak Corona Terhadap Permintaan Beras

Para pekerja mengangkut beras di gudang Bulog Cabang Bima, NTB. (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bima, Nusa Tenggara Barat, mengantisipasi meningkatnya permintaan beras dari masyarakat sebagai dampak merebaknya virus Corona yang sudah menyebar di sejumlah provinsi.

Kepala Perum Bulog Cabang Bima Sawaludin Susanto, di Mataram, Kamis mengatakan, masyarakat tidak perlu panik terhadap isu virus corona, apalagi sampai harus memborong bahan pokok secara berlebihan.

“Perum Bulog Cabang Bima menjamin ketersediaan beras untuk wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu, sangat aman,” katanya.

Saat ini, kata dia, stok yang tersedia sebanyak 7.400 ton setara beras. Sementara kebutuhan per bulan ditambah pasokan ke pasar sekitar 600 ton.

Oleh sebab itu, perhitungan stok beras di gudang Bulog Cabang Bima, aman sampai dengan akhir 2020. Stok akan terus bertambah karena sebentar lagi akan panen raya padi.

Khusus di Bulog Wilayah NTB, stok beras yang dikuasai sebanyak 48 ribu ton.

Selain untuk komersial, stok beras tersebut dimanfaatkan untuk melaksanakan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium.

Adapun realisasi pelaksanaan KPSH sejak Januari sampai dengan Februari 2020 sebanyaj 14 ribu ton.

Kegiatan KPSH dilaksanakan setiap hari secara masif melalui pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan sahabat rumah pangan kita (RPK), sinergi BUMN serta distributor.

Selain itu, Perum Bulog juga sudah turut serta dalam menyuplai beras untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penyaluran beras BPNT dilakukan Bulog dengan menyuplai melalui e-warong dan agen Himpunan Bank Milik Negara (Agen Brilink dan Agen 46) serta melalui RPK. (Ant)