Buntut Harga Anjlok, Petani Tembakau Tahun Ini Berkurang

Proses pengelolaan tembakau di desa Beleka kecamatan Praya Timur beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/ Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Luas areal tanam tembakau tahun ini berkurang dari tahun 2019 lalu, yakni 9.183 hektar dengan target produksi sebesar 18.366 ton.

“Luas tanam tembakau 9.183 hektar yang tersebar di di enam kecamatan. Tahun lalu jumlahnya lebih besar”,kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zaenal Arifin, Rabu (16/9/2020) di kantornya.

Dengan berkurangnya luas areal tanam tersebut, maka dipastikan jumlah petani yang menanam tembakau juga berkurang.

Penyebabnya disinyalir karena harga tembakau tahun lalu anjlok dan mengakibatkan petani merugi dan tidak menanam tembakau lagi di tahun ini.

Dikatakan, mayoritas tembakau yang ditanam di Lombok Tengah adalah tembakau Virginia yang tersebar di enam kecamatan, yakni kecamatan Praya tengah, Kopang, Janapria, Pujut, Praya Barat dan terbanyak di Praya Timur.

“Ada juga di kecamatan Batukliang 15 hektar”,tambahnya.

Untuk tembakau virginia, dari total luas tanam 9.183 hektar tersebut, sebanyak 2.568 hektar di antaranya bermitra dengan lima perusahaan. Ke lima perusahaan tersebut diantaranya adalah PT Bentoel, PT Djarum, CV Budi Jaya Santosa, UD Sumber Rizki.

“Ada lima perusahaan yang sudah kita dapatkan datanya”,katanya.

Dikatakan bahwa petani tembakau di Lombok Tengah lebih banyak merupakan petani swadaya. Melihat areal tanam yang bermitra dengan perusahaan hanya 2.568 hektar, maka 6.615 hektar di antaranya merupakan tembakau petani swadaya.

“Lebih banyak petani swadaya. Cukup banyak”,katanya.

Sementara kemampuan perusahaan di Lombok Tengah untuk membeli tembakau petani hanya 2 ribu hektar tersebut. Sehingga menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah agar tembakau petani swadaya ini bisa terjual.

“Kalau melihat target produksi 18 ribu ini, sementara perusahaan hanya mampu membeli 5000 ton, berarti ada sisa sekitar 13 ribu ton produksi yang harus dibeli oleh perusahaan lain selain lima perusahaan mitra “,ujarnya.

Total ada 24 perusahaan tembakau di Lombok. Diharapkan perusahaan-perusahaan itu bisa menyerap tembakau petani di Lombok Tengah

“Banyak perusahaan di Lombok ini. Ada 24 perusahaan setelah kita lihat”,katanya.

Meski demikian, harga tembakau tahun ini menurutnya lebih stabil dibandingkan dengan tahun lalu. “Sekarang sudah pemetikan daun ke empat belum ada protes dari petani berarti harga bagus”, imbuhnya.