Bupati: Distribusi Pupuk Subsidi di Loteng Kacau

Pupuk bersubsidi belum lama ini diamankan Polres Loteng karena penyalurannya disalahkan gunakan. (Inside Lombok/Ida Rosanti).

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kacaunya pendistribusian pupuk bersubsidi di Lombok Tengah disesalkan oleh Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT.

Kondisi ini menyusul banyaknya persoalan penyaluran pupuk bersubsidi yang membuat petani mengeluh. Mulai dari langka dan mahalnya pupuk hingga penyalahgunaan pendistribusian pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh oknum tertentu.

“Kalau seperti ini (kondisinya) kan, main-main namanya. Kacau (pendistribusian pupuk)”, ujarnya kesal.

Terkait hal itu, pihaknya akan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penyalur yang akan menyalurkan pupuk bersubsidi. Sehingga tepat sasaran dan lebih mudah diakses oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani.

“Ini sedang diupayakan (pemberdayaan BUMDes). Sehingga menjadi terarah. Tidak seperti saat ini banyak orang bermain-main,”kata Suhaili.

Sementara itu, Wakil Sekertaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB, Muhamad Danang Ari Sukra dalam kesempatan yang berbeda mengatakan, persoalan pupuk bersubsidi di Lombok Tengah selalu terjadi setiap musim tanam tiba.

“Kalau di Loteng dari tahun ke tahun memang begitu masalahnya. Memang kadang petani perlu diedukasi juga cara pupuk, jangan hanya cari urea yang jumlahnya terbatas. Pemerintah sediakan NPK yg komplit , pakai itu juga tambah bagus,”ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan pupuk ini, pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah daerah membangun gudang untuk ketersediaan pupuk di Lombok Tengah, dengan menyediakan kebutuhan pupuk untuk satu tahun atau untuk enam bulan ke depan.

“Sehingga ketika musim tanam ketersediaan pupuk terjamin, jaman orde lama kita lihat setiap desa dibangun gudang KUD, yang mungkin hari ini beberapa yang masih tersisa, pola seperti itu perlu digiatkan lagi sebagai gudang stok pupuk dan bibit misalnya,”imbuhnya.