Bupati Lotim Miris Jangger Sasak Terpengaruh Budaya Asing

138
Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy saat rapat bersama pihak terkait di Rupatama Bupati, Senin (17/01/2022). (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy mengaku miris dengan salah satu tarian khas daerah Lombok, yakni Tari Jangger Sasak yang dianggap sudah tak sejalan dengan norma dan adat masyarakat Suku Sasak.

Hal itu diungkapkan Sukiman saat menerima kunjungan Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (17/01/2022) kemarin.

“Jangger sudah terpengaruh budaya asing dan melanggar norma. Terlebih hal tersebut juga tidak sejalan dengan sebutan Pulau Seribu Masjid yang disandang Lombok,” jelasnya, Senin (17/01).

Bupati juga meminta agar PAPPRI bekerja sama dengan badan usaha atau lembaga non profit, guna mengembangkan kreasi dan aktivitas para seniman musik di daerah. Sukiman berharap agar adanya musik yang membangkitkan semangat, dan tidak melulu melankolis seperti kebanyakan musik sasak saat ini.

“Musik dan lagu sasak sekarang menggambarkan masyarakat sasak sebagai bangsa yang sedih. Saya belum menemukan lagu Sasak yang membangkitkan semangat kita,” ungkapnya.

Sukiman berharap PAPPRI bisa mendorong para musisi menciptakan lagu-lagu yang membangkitkan semangat. Tidak selalu membuat lagu sedih yang meratapi nasib, melainkan membuat lagu yang mengedukasi.

Kunjungan Ketua PAPPRI dan rombongan, selain untuk memperkenalkan PAPPRI, sekaligus berharap Bupati dapat mengukuhkan 10 anggota PAPPRI Lombok Timur segara mungkin. Hal itu sebagai bagian dari persiapan mengingat PAPPRI akan menjadi tuan rumah peringatan hari musik nasional dan MUNAS PAPPRI kedelapan yang akan diadakan di Mandalika, Maret mendatang.

“Untuk itu kami mohon agar Bupati berkenan melantik 10 anggota karena sudah diamanatkan untuk menjadi tuan rumah hari musik nasional dan munas PAPPRI kedelapan yang diadakan di Mandalika. Kami sudah menerima rekomendasi dari Gubernur untuk menindaklanjuti hal itu,” kata Hj. Maskahyangan. Dengan dikukuhkannya 10 anggota PAPPRI di Lotim, nantinya dapat mewujudkan cita-cita daerah untuk membuat lagu yang mengedukasi dan membangkitkan semangat. (den)