Bupati Targetkan Baznas Lotim Capai Zakat dan Infaq Sebesar Rp25 Miliar

38
Bupati Lotim, H M Sukiman Azmy saat ditemui beberapa waktu lalu di Kantor Bupati Lotim, di Selong, Sabtu (09/01/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Bupati Lombok Timur (Lotim) targetkan Badan Zakat Nasional (Baznas) Lotim mendapatkan Rp25 miliar dari pengumpulan zakat dan infaq yang bersumber dari para ASN maupun masyarakat.

“Itu merupakan target yang realistis, apabila jumlah ASN mencapai 10 ribu, maka dalam satu bulan akan dapat zakat sekitar Rp1,5 miliar. Sehingga dalam setahun bisa menjadi Rp18 miliar,” ucap Bupati Lotim, H M Sukiman Azmy di Kantor Bupati Lotim, Jumat (08/01).

Saat ini pengumpulan zakat dari para ASN belum berjalan maksimal karena kurangnya pengawasan. Begitu juga dengan laporan penerimaan zakat yang diterima oleh desa sangat jarang dikirim ke Baznas.

Dikatakan Bupati, pihaknya telah mengiventarisir sejumlah sekolah dan UPTD yang tidak kooperatif dalam mensosialisasikan dan memungut zakat.

“Karena zakat merupakan perintah dari Allah SWT, maka kita harus ambil dan berikan kepada orang yang berhak,” jelasnya.

Selanjutnya Bupati juga menargetkan kepada pihak Baznas agar mampu mengumpulkan infaq dalam setahun sebanyak Rp7 miliar dari ASNdan seluruh masyarakat Lotim.

“Selama ini UPZ desa tidak pernah melaporkan hasilnya, jika itu dilaporkan maka capaian akan melebihi target,” katanya.

Menanggapi hak tersebut, Ketua Baznas Lotim, Ismul Basar mengatakan, target yang diberikan Bupati Lotim dalam pengumpulan zakat dan infaq pada tahun 2021 sebanyak Rp25 miliar bisa saja tercapai. Ia bahkan optimistis bisa melebihi target capaian.

“InsyaAllah itu akan bisa tercapai dan optimistis bisa melebihi target,” jelasnya saat ditemui Inside Lombok di ruangannya, Jumat (08/01).

Target sejumlah Rp25 miliar dikatakan Ismul bisa tercapai, dikarenakan melihat potensi gaji dari seluruh ASN yang mencapai Rp40 miliar. Maka dengan begitu jika seluruh ASN mengeluarkan zakatnya, maka Baznas bisa mengumpulkan Rp1,4 miliar per bulannya.

Selain pemungutan zakat dari para ASN pihak Baznas juga akan memungut zakat dari BUMD, CV, rumah sakit, dan beberapa pihak lainnya. Sehingga dari luar ASN Baznas menyakini akan mampu mengumpulkan zakat sebanyak Rp500 juta per bulannya.

“Dengan begitu kita optimistis bisa mencapai target atau bahkan melewatinya,” ujarnya.

Pihak Baznas juga akan meningkatkan sosialisasi betapa pentingnya zakat dan infaq. Selain itu Baznas juga akan memaksimalkan potensi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa.

“Kita akan petakan UPZ itu nantinya terkait seberapa besar potensi zakat yang ada di desanya, baik itu dari pertanian, perdagangan, pertanian, perkebunan, zakat mal, maupun zakat Fitrah,” imbuhnya.