Cerita Sartini dari Loteng, Jadi TKW Karena Suami Diambil Pelakor

Cuplikan video saat Sartini bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pekan lalu. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Provinsi NTB, termasuk Lombok Tengah menjadi salah satu daerah penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI maupun TKW.

Jumlah TKI dan TKW yang berangkat ke luar negeri pun hampir berimbang. Hal itu dilatarbelakangi oleh perempuan yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Seperti yang terjadi pada salah satu calon TKW asal Desa Bungkate Kecamatan Jonggat bernama Sartini.

Ketika ditemui saat mengurus dokumen keberangkatan ke luar negeri di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Lombok Tengah akhir pekan lalu, Sartini menuturkan, kalau dia harus kembali bekerja ke luar negeri karena merupakan single parent bagi putrinya yang baru berusia tiga tahun.

Hal itu setelah dia bercerai dengan suaminya beberapa tahun lalu. “Sekarang ini saya seorang single parent, jadi saya harus mencari biaya untuk anak saya,”kata Sartini.

Dia mengatakan, sejatinya dia tidak ingin pergi bekerja ke luar negeri kalau masih memiliki suami. Karena suaminya yang seharusnya bertugas untuk menopang ekonomi keluarga.

Akan tetapi, karena sudah bercerai dengan mantan suaminya akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke luar negeri.

Perceraian dengan suaminya pun, lanjut Sartini karena adanya orang ketiga, yakni seorang janda yang merajut hubungan dengan suaminya ketika usia pernikahannya baru berusia dua bulan.

“Tapi waktu itu saya bertahan. Sampai empat tahun akhirnya saya putuskan untuk bercerai karena untuk apa, saya tidak bahagia,”katanya.

Setelah bercerai dengan Sartini, mantan suaminya menikah dengan kekasihnya. “Sekarang dia (mantan suami) sudah menikah dengan pacarnya itu,”katanya

Sartini menuturkan, sebelum menikah, dia sebenarnya sudah tiga kali bekerja ke luar negeri. Negara penempatan pertamanya adalah Negara Malaysia dan dia bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Setelah habis kontrak, Sartini pulang kampung dan memutuskan untuk kembali lagi bekerja ke luar negeri dengan negara tujuan penempatan Arab Saudi.

“Setelah kontrak habis, saya pulang dan pergi ke Malaysia lagi karena waktu itu Bapak saya sakit-sakitan dan gaji yang saya kirim itu untuk biaya pengobatan Bapak. Waktu pulang dari sana, saya menikah (dengan mantan suami)”ujarnya.

Dan untuk tujuan keberangkatan Sartini kali ini adalah negara Hongkong. Di sana rencananya dia juga akan bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Gaji yang diperolehnya nanti rencananya sebagian akan dikirim untuk menghidupi anak dan orangtuanya. Sementara sebagian lagi akan ditabung untuk membuka usaha dan biaya masa depan anaknya.

“Anak saya diasuh oleh neneknya, orang tua saya. Alhamdulillah, selama bekerja ke luar negeri saya tidak pernah ada masalah,” tutupnya.