Dampak Covid-19, Penjualan Hewan Kurban di Lombok Tengah Turun 30 Persen

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Penjualan hewan kurban di Lombok Tengah menurun menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

“Agak turun (sekarang). Sekitar 30 persen dari tahun lalu”,kata salah satu pedagang hewan kurban di Praya, H. Sukirman, Senin (27/7/2020).

Penurunan pembelian hewan kurban ini dinilai karena daya beli masyarakat melemah akibat pandemi Covid-19.

Hingga saat ini, hewan kurban yang sudah terjual baru sekitar 15 ekor. Sementara tahun lalu, jumlah hewan kurban yang terjual lebih banyak dari itu.

Hal yang sama menurutnya juga dialami juga oleh pedagang hewan kurban yang lain. “Dulu bisa terjual sampai 50 ekor. Tapi ini kita masih menunggu (pembeli)”,katanya.

Padahal, harga hewan kurban yang dijual tidak jauh beda dengan harga tahun lalu, yakni mulai dari Rp15 juta hingga Rp25 juta per ekor.

“Tergantung ukurannya, kan”, ujarnya.

Jumlah hewan kurban yang dijualnya sebanyak 41 ekor. Sapi- sapi tersebut merupakan sapi yang didatangkan dari pulau Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Hewan kurban yang dijualnya sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Pertanian Lombok Tengah. Sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi.