Depresi Ditinggal Istri, Seorang Pria di Loteng Gantung Diri

Kain merah yang digunakan NU gantung diri di plafon rumahnya, Rabu (7/4/2021). (Inside Lombok/ Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Seorang pria berinisial NU (29) ditemukan tewas gantung diri, Rabu (7/4/2021) sekitar pukul 8:00 WITA.

Warga Dusun Sintung Barat Desa Karang Sidemen kecamatan Batukliang Utara tersebut ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa oleh ibu kandungnya.

“Korban ditemukan tidak bernyawa pertama kali oleh ibunya. Saat itu korban dalam kondisi tergantung di plafon menggunakan kain warna merah,”kata Kapolsek Batukliang Utara, IPTU Sri Bagyo di Praya.

Dikatakan, ibu korban datang ke rumah korban untuk membangunkan sarapan. Namun, korban tidak menjawab setelah dipanggil berkali-kali.

“Ibunya langsung membuka pintu dan melihat anaknya sudah tergantung di kamar,”jelasnya.

Melihat korban posisi tergantung, sontak ibunya berteriak memanggil warga untuk dibantu menurunkan korban. Setelah diturunkan, warga langsung mengecek kondisi korban. Namun sayang, korban sudah tidak bernyawa.

Dari keterangan pihak keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit. Namun, ibunya mengatakan kalau korban mengalami depresi karena sudah lama ditinggal oleh istrinya.

“Istri korban juga selalu menuntut agar korban segera menceraikannya namun korban tidak mau bercerai,”katanya.

Dijelaskan, korban juga sempat bekerja di Sulawesi. Sepulangnya dari Sulawesi, korban selalu menyendiri dan diduga mengalami gangguan jiwa. Korban juga sempat dirawat jalan di Panti Sosial Selebung.

“Dari hasil rapat keluarga, seluruh keluarga bersepakat untuk tidak melakukan outopsi dan membuat surat penolakan Outopsi. Keluarga menyadari kejadian ini sebagai musibah. Korban akan dimakamkan Ba’da Ashar di pemakaman Dusun Sintung Tengah Desa Karang Sidemen,” terangnya.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan dan kordinasi dengan pihak Puskesmas Tanak Beak, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban murni meninggal dunia karena gantung diri.

“Adapun tindakan yang kami lakukan yakni mendatangi dan Olah TKP, mengamankan Barang Bukti, Kordinasi dengan Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan awal atau visum terhadap mayat, Interogasi saksi-saksi dan keluarga korban di sekitar TKP, serta membuatkan surat penolakan Outopsi,” pungkasnya.