Dewan Anggap Pemda Loteng Masih Tebang Pilih Bangun Infrastruktur Jalan

75
Kondisi ruas jalan di bagian selatan Lombok Tengah, Jum'at (29/1/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kalangan DPRD Lombok Tengah menilai Pemda masih tebang pilih di dalam membangun infrastruktur jalan. Karena di beberapa tempat, khususnya di sekitar objek wisata bagian selatan masih banyak ruas jalan yang kondisinya masih rusak.

Di antaranya adalah ruas jalan pariwisata yang menghubungkan Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat menuju Desa Batu Jangkih Kecamatan Praya Barat Daya.

“Sampai sekarang ruas jalan itu belum pernah tersentuh oleh Pemerintah Daerah Baik untuk pemeliharaan maupun perbaikan dan pelebaran,”kata anggota DPRD Dapil Praya Barat – Praya Barat Daya, Lalu Nursa’i, Jum’at (29/1/2021) di Praya.

Sejak dikerjakan pada tahun 2008 lalu, ruas jalan tersebut tidak pernah tersentuh sama sekali. Padahal, jalan tersebut berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah karena merupakan jalan penghubung ke objek wisata.

“Masih saja seperti ini, tanpa ada perubahan, padahal potensi jalan ini sangat besar untuk PAD,”imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Nursa’i, pembangunan sektor pariwisata di bagian selatan saat ini terus dikembangkan. Sehingga kondisi ruas jalan tersebut harus segera ditata dan diperbaiki, khususnya ruas jalan yang ada di Dusun Keling menuju Pandan Tinggang.

“Seharusnya hal ini harus menjadi perhatian serius Pemda, karena jika kondisi jalan sudah bagus dan mentereng, secara otomatis kenyamanan pengunjung akan terpenuhi,“ terangnya.

Pemda dinilai terkesan acuh tak acuh dan menganaktirikan keberadaan ruas jalan tersebut. Padahal, kawasan Selong Belanak hingga Batu Jangkih ini juga tidak kalah indah dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di desa Kuta.

Dirinya meminta pemerintah segera menjadikan ruas jalan tersebut sebagai prioritas utama kedepannya.

“Angka kunjungan wisatawan disini sangat tinggi, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara, jadi sewajarnya tuntutan masyarakat ini diperhatikan dengan serius,“ ujarnya.

Selain sempit, lanjutnya, kondisi ruas  jalan tersebut juga sudah berlubang. Terlebih, ketika memasuki musim hujan, akses penunjang pariwisata dan perekonomian masyarakat ini ibarat jalan dusun.

Padahal statusnya jalan kabupaten. Dikhawatirkan kondisi jalan akan semakin parah kalau terus dibiarkan.

“Ruas jalan ini lebarnya cuma 3 meter saja. Jadi sangat tidak layak sekali, ini kan salah satu jalur pariwisata menuju kawasan penyangga. Jadi kami berharap, jangan hanya ruas jalan KEK saja yang diperhatikan, tapi kawasan penyangga juga harus, demi terciptanya pembanguan infrastruktur secara merata,“ tandasnya.

Hal yang sama juga disampaikan salah satu tokoh masyarakat Dusun Jabon, Mahdi. Menurutnya, Pemda Loteng tidak pernah serius memperhatikan kondisi ruas jalan ini, jika dibandingkan dengan pembangunan ruas jalan di bagian utara, hampir semuanya sudah di hotmix.

“Intinya, masyarakat berharap ruas jalan ini bisa segera diperbaiki dan diperluas, demi kenyamanan pengguna jalan, baik itu masyarakat yang berlalu lalang maupun wisatawan yang datang berkunjung,“ pungkasnya.