Dijual Minggu Depan, Tiket MXGP Sumbawa Cuma Rp100 Ribu

104
Ilustrasi MXGP (Image source : motorsport.com)

Mataram (Inside Lombok) – Proses persiapan Event MXGP yang akan digelar pada 24-26 Juni mendatang sudah mulai dikebut. Tiket untuk event tersebut juga akan segera dijual, dengan harga terjangkau berkisar Rp100 ribu.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan penyelenggara akan membahas masalah penjualan tiket tersebut paling lambat minggu depan. Untuk menarik minat masyarakat untuk menonton event MXGP, penjualan tiket akan menggandeng platform digital.

“Minggu depan lah paling lambat itu sudah terjual. Kita akan coba menggandeng yang sudah profesional. Karena tidak hanya kita jual tiket doang, tapi bagaimana kita buat orang tertarik,” katanya.

Menurut dr. Jack, sapaan akrabnya, harga tiket event MXGP yang dijual Rp100 ribu terbilang sangat terjangkau. Jumlah tiket yang akan disiapkan yaitu sebanyak 50 ribu. Namun jumlah tersebut bisa bertambah menjadi 100 ribu tiket.

“Kita yang di sini yang tentukan berapa-berapa. Bisa 50 ribu, tapi bisa maksimal 100 ribu penonton. Karena di sana sangat luas. Lokasinya sangat bagus. Kemarin saya lihat bagus banget. Kalau kita pembalap, tahu itu bagus banget,” ungkapnya.

Di samping itu, untuk medical center sendiri akan disiapkan lokasi khusus dan mudah diakses. Untuk memaksimalkan penanganan kesehatan, akses tim medis tidak boleh dilewati oleh penonton.

“Kita sudah siapkan untuk medical (center), saya sudah minta akses tersendiri. Medical tidak boleh jadi akses masuk penonton. Medical harus keluar sendiri jalurnya,” jelasnya.

Rumah sakit yang akan disiapkan untuk penanganan kesehatan event MXGP yaitu RS Manambai dan RSUD Sumbawa. RS Manambai sendiri dijadikan rumah sakit rujukan untuk pembalap MXGP yang mengalami kecelakaan.

“Di sana kan ada rumah sakit dua, dan kita pakai alat-alat itu. Kalau kurang kita akan support dari sini,” terang dr. Jack.

Untuk mempercepat penanganan kesehatan, penyelenggara akan tetap menyiapkan helipad standar. Selama event, RS Manambai akan dijadikan sebagai RS rujukan penanganan kesehatan. “Kalau tidak bisa ditangani di sana baru kita (RSUD NTB). Tim dokter juga nanti kita bantu. Tapi rasionya lebih banyak di Pulau Sumbawa,” pungkasnya. (azm)