Dikes Lotim Butuh Peran Kader untuk Deteksi Lebih Banyak Kasus TBC

Lombok Timur (Inside Lombok) – Masih sedikitnya jumlah kasus penyakit TBC yang ditemukan oleh Dinas Kesehatan Lotim dari jumlah target yang telah ditentukan yakni sebanyak 70 persen. Akan tetapi, kasus yang ditemukan baru 27 persen sehingga Dikes Lotim gencarkan penemuan kasus dengan melibatkan Kader Puskesmas dan juga Jaringan Masyarakat Sipil (JMS).

Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Lotim, Satar mengatakan akan melibatkan peran para kader puskesmas yang ada di Lotim untuk membantu menemukan kasus TBC di lapangan selama kurang lebih 3 tahun ke depan agar kasus TBC bisa dieliminasi.

“Selain kader, kita juga dibantu oleh peduli kesehatan yakni JMS,” ucap Satar ditemui Inside Lombok, Sabtu (28/03/2021).

Jumlah temuan kasus di Lotim sendiri pada tahun lalu mencapai 1.133 kasus atau sekitar 27 persen pada tahun 2020 ini yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19. Sebelumnya pada tahun 2018 ditemukan jumlah kasus yang sama yakni 27 persen, dan pada tahun 2019 penemuan naik mencapai 30 persen.

Dilanjutkan Satar, dengan penemuan yang masih mencapai 27 persen penemuan kasus TBC, maka Lotim menjadi wilayah kasus TBC paling sedikit di NTB. Dengan begitu, Satar berharap dengan adanya JMS itu untuk membantu menemukan kasus TBC dan juga memberikan pelatihan terhadap kader.

“Kita berharap penemuan kasus TBC pada tahun ini bisa mencapai 60 persen,” katanya.

Sementara itu, untuk menggencarkan penemuan kasus TBC ini pihak Dikes Lotim menargetkan sebanyak 4.256 kasus di 35 puskesmas dengan me-skrining sebanyak 22.892 orang. Sedangkan untuk peran JMS pihak Dikes memberikan sebanyak 11 puskesmas dengan target penemuan kasus yakni 1000 orang positif.