Dinkes Mataram: Kelurahan Ampenan Utara Nol Kasus DBD

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan Kelurahan Ampenan Utara menjadi satu-satunya kelurahan dengan nol kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun ini.

“Dari 50 kelurahan yang ada, hanya Kelurahan Ampenan Utara yang tidak memiliki kasus DBD terhitung sejak Januari sampai akhir Desember 2019,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu.

Menurutnya, tahun ini menjadi tahun kedua Ampenan Utara berhasil menjadi kelurahan dengan zona putih atau nol kasus DBD, sementara data untuk Kota Mataram, terdapat total kasus DBD positif dari Januari sebanyak 693 kasus DBD dengan dua kasus meninggal.

“Untuk memberikan motivasi bagi aparat kelurahan, kami sudah memberikan penghargaan terhadap kelurahan tersebut dengan harapan tahun depan bisa dipertahankan atau ditingkatkan,” katanya.

Pada prinsipnya, program dan kegiatan penanganan kasus DBD di Kelurahan Ampenan Utara sama dengan kelurahan-kelurahan lain sesuai dengan petunjuk dari Dinas Kesehatan, hanya saja kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Kelurahan Ampenan Utara lebih intensif.

Terkait dengan itu, Usman berharap tahun depan kelurahan-kelurahan lainnya bisa mencontoh program dan kegiatan-kegiatan dalam upaya PSN yang dilaksanakan oleh Kelurahan Ampenan Utara.

“Dengan demikian, tahun depan jumlah kelurahan dengan nol kasus DBD bisa bertambah,” ujarnya.

Usman mengatakan, dalam upaya antisipasi DBD, Dinas Kesehatan Kota Mataram aktif melakukan upaya pencegahan melalui penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan PSN.

Selain itu, dilaksanakan juga pemberian bubuk abate kepada semua masyarakat untuk ditaruh pada wadah penampungan air guna mencegah adanya jentik nyamuk. Upaya pengasapan atau “fogging” juga tetap dilaksanakan pada sejumlah wilayah yang sudah ada kasus positif DBD atau istilahnya fogging fokus.

“Dari upaya itu, PSN menjadi gerakan paling efektif karena mampu memusnahkan jentik nyamuk. Kalau pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya akan tetap berkembang biak,” ujarnya.

Karena itu, tambahnya, peran aktif masyarakat melakukan PSN sangat penting sebab dengan tenaga yang sangat terbatas masyarakat tidak dapat mengandalkan pemerintah, apalagi hanya dengan mengandalkan “fogging”. (Ant)