Dinkes Mataram Persiapkan Proses Pemeriksaan Calon Haji

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi. (Foto: Inside Lombok/ANTARA /Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, persiapkan proses pemeriksaan kesehatan haji untuk jemaah calon haji Musim Haji Tahun 2020/1441 hijriah di 11 puskesmas yang ada di kota itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Usman Hadi di Mataram, Jumat, mengatakan, pemeriksaan kesehatan calon haji saat ini dalam proses pendataan by name by address yang kemudian akan didistribusikan ke puskesmas sesuai dengan wilayah tempat tinggal masing-masing jemaah.

“Hal itu, dimaksudkan untuk memudahkan jemaah dan petugas kesehatan di puskemas saat melakukan pemeriksaan,” katanya.

Menurut dia pemeriksaan yang dilakukan di puskesmas adalah pemeriksaan kesehatan dasar. Apabila, ada jemaah yang terindikasi mengidap penyakit yang masuk risiko tinggi maka akan dirujuk ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

“Harapannya, ketika jadwal keberangkatan sudah tiba, kondisi kesehatan calon haji benar-benar baik sehingga bisa lolos saat pemeriksaan kesehatan akhir di asrama haji,” katanya.

Menyinggung tentang kesiapan pemberian vaksin meningitis dan vaksin influenza, Usman mengatakan, masih menunggu pengiriman vaksin dari pemerintah.

Sedangkan pemberian vaksin influenza bagi calon haji, lanjutnya, telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Mataram dengan anggaran sekitar Rp150 juta bersumber dari APBD Kota Mataram.

“Anggaran itu termasuk untuk pemberian vitamin dan masker bagi semua jemaah yang akan diberangkatkan,” katanya.

Dikatakannya, pemberian vaksin influenza kepada jemaah calon haji merupakan program pemerintah kota yang diberikan secara gratis kepada calon haji setiap tahunnya untuk mengantisipasi jemaah dari berbagai penyakit menular.

Dengan demikian, untuk pemberian vaksin influenza bagi jemaah dari luar kota, dia tidak mengetahui apakah diberikan gratis atau tidak. Tetapi, lanjutnya, jika jemaah ingin mendapatkan vaksin influenza secara mandiri mereka membayar sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per sekali suntik.

“Vaksin influenza memang baik diberikan lebih awal agar bisa segera membentuk antibodi untuk kekebalan dan daya tahan tubuh, katanya.

Ditambahkan Usaman, untuk kegiatan pemberian vaksin influenza dan meningitis dilakukan pada puskesmas-puskesmas terdekat dari tempat domisili jemaah.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan kuota calon haji Mataram Musim Haji Tahun 2020 sebanyak 750 orang, merupakan jemaah yang masuk daftar tunggu tahun 2011.

“Jumlah tersebut masih bisa berubah, apabila ada penambahan kuota dari pemerintah pusat. Seperti tahun lalu, dari kuota reguler 750, naik menjadi 771 setelah adanya penambahan kuota secara nasional,” kata Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Sirojuddin. (Ant)