Disdag NTB Genjot Ekspor Kuliner ke Timur Tengah

28
Kepala dinas perdagangan provinsi NTB H Fathurrahman (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan Provinsi NTB menggenjot ekspor produk kuliner NTB bisa menembus pasar Timur Tengah tahun ini. Beberapa produk yang menjadi andalan antara lain sate rembiga, ayam raring, ayam taliwang dan beberapa produk khas lainnya.

Potensi pasar ekspor untuk produk kuliner NTB ke Timur Tengah memang sangat besar. Termasuk ke wilayah Afrika sebagai pangsa pasar baru yang lebih menjanjikan.

“Lebih banyak produk makanan yang di ekspor ke Timur Tengah. NTB ini yang kita coba beberapa produk kuliner, seperti kuliner legendaris, ayam rarang, sate rembiga, dan lainnya,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H Fathurrahman, Rabu (19/1).

Produk kuliner NTB sendiri memang sudah siap untuk diekspor ke Timur Tengah. Terlebih pangsa pasarnya sangat terbuka. Saat ini tinggal menunggu peningkatan produksi. Mengingat produk kuliner tersebut masih dalam tahap pengubahan bentuk dari konvensional ke produk dalam kemasan.

“Fokus menggenjot produk kuliner di ekspor ke Timur Tengah. 2022 tentu kita akan sesuaikan dengan kapasitas produksi, sambil menunggu perkembangan dan uji-uji produk yang terus dilakukan,” terangnya.

Dari sisi kemasan, diharapkan tidak menimbulkan percampuran dan menyebabkan hal-hal membahayakan bagi produk kuliner yang akan dikonsumsi. “Ini yang terus kita fasilitasi dari Perindustrian dan Disdag juga,” ucapnya.

Produk kuliner Indonesia maupun NTB memang punya pasar tersendiri untuk di ekspor ke Timur Tengah, begitu juga di Arab Saudi. Pasalnya, di wilayah tersebut hampir 1,7 juta masyarakat Indonesia menetap.

“Itu memberikan satu dampak terhadap satu pola konsumsi masyarakat atau rumah tangga di arab Saudi. Karena PMI sana banyak membawa makanan khas Indonesia, seperti abon dan sebagainya. Sehingga sangat diminati oleh masyarakat sana,” jelasnya.

Sasaran untuk mengekspor produk kuliner keluar negeri memang sudah lama dicanangkan. Terlebih memudahkan mereka yang melakukan kegiatan ibadah seperti umrah maupun haji yang membutuhkan kuliner khas dari NTB.

“Memang kita harapkan untuk yang melakukan ibadah haji dan umrah, mereka bisa membawa produk kuliner khas dari sini NTB,” imbuhnya. (dpi)