Dishub Loteng Akan Gembok Kendaraan Parkir Sembarangan

Kendaraan parkir sembarangan di depan pusat pertokoan Praya, Sabtu (21/11/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Persoalan kendaraan yang parkir sembarangan di Lombok Tengah (Loteng) khususnya di Pusat Pertokoan Praya tidak kunjung selesai.

Sudah beberapa kali Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Tengah melakukan penertiban. Namun, bahu jalan protokol tersebut hanya beberapa kali lengang. Setelah itu kendaraan kembali parkir sembarangan sehingga menimbulkan kemacetan.

Karena itu, Dishub akan mengambil langkah tegas dengan menggembok kendaraan yang parkir sembarangan.

“Kesadaran masyarakat ini yang kurang. Makanya di tahun 2021 kita rencanakan pakai gembok”,kata Kepala Dinas Perhubungan Loteng, H. Supardan, Sabtu (21/11/2020) di Praya.

Aturan ini akan diberlakukan setelah dibuat Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur hal itu. Pihaknya akan bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk menggembok kendaraan yang parkir sembarangan.

“Nanti polisi yang tilang. Setelah ada surat kepolisian batu kita buka gemboknya”, katanya.

Langkah ini dinilai lebih efisien. Karena untuk mengangkut kendaraan yang parkir sembarangan belum bisa dilakukan karena kendaraan untuk mengangkut tidak ada. Selain itu, tidak ada tempat untuk menampung kendaraan yang berhasil digeret.

Selain di pusat pertokoan Praya, lokasi parkir lain yang cukup membuat pihaknya kewalahan ada di jalan raya depan pasar Karang Bulayak Praya.

Hal itu karena tidak ada lahan parkir yang disiapkan untuk parkir kendaraan. “Karena itu saya sering minta kepada Dinas Perdagangan saat rapat agar pasar itu dipindahkan saja. Karena jalan itu adalah jalan nasional. Tidak boleh ada kemacetan”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Loteng, H. Saman sebelumnya mengatakan kalau pihaknya berencana untuk memindahkan lokasi pasar Karang Bulayak. Pasalnya, selain menimbulkan kemacetan lalu lintas, keberadaan pasar tersebut dianggap kurang tepat karena terkesan kumuh dan berada di tengah kota.

Namun, belum ada lahan dan lokasi yang tempat untuk memindahkan pedagang. “Kita belum ada lahan. Harus dibebaskan dulu lahannya”,kata Saman.