Dispar Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNA Korban Longsor

Mataram (Inside Lombok) – Dua orang warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia dengan nama Tai Siew Kim dan Lim Sai Wa dinyatakan meninggal tertimpa longsoran batu dan tanah akibat gempa berkekuatan 5.8 SR yang melanda wilayah Lombok Timur (Lotim) hingga Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (17/3/2019).

Tai dan Lim, bersama 25 orang lainnya diketahui sedang berlibur ke beberapa lokasi di Lombok. Salah satunya adalah air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, KLU tempat terjadinya longsor tersebut.

Sebagai bentuk prihatin dan duka yang mendalam, Dinas Pariwisata (Dispar) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan akan memfasilitasi seluruh biaya kepulangan kedua jenazah, perawatan korban yang menderita luka-luka, serta akomodasi bagi para korban yang selamat. Selain itu, Dispar juga akan memfasilitasi Kedubes Malaysia yang datang ke Lombok.

“Kedubes Malaysia sudah datang. Kita sepakat kita siapkan free hotel di Mataram. Kita siapkan pemulangan jenazah, dan keluarga difasilitasi Kementerian Pariwisata, nanti ada pesawat Garuda dari Lombok-Jakarta dan Kuala Lumpur. Dua keluarga ke sini kita biayai,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh Faozal, Senin (18/03/2019) di Mataram.

Jenazah Tai Siew Kim berhasil dievakuasi oleh masyarakat Desa Senaru, Kecamatan Bayan, KLU pada Minggu (17/03/2019). Sementara jenazah Lim Sai Wa baru bisa dievakuasi pada Senin (18/03/2019) pagi tim gabungan Basarnas, Kepolisian, dan TNI sebab jenazah Lim terhimpit material longsoran di air terjun Tiu Kelep.

“Lim Sai Wa baru terevakuasi karena semalam hujan dan gelap. Ada 27 orang dalam satu grup, dan menginap di satu hotel di Senggigi. Sudah sejak dua hari di Lombok, sebenarnya mereka pulang hari ini,” ujar Faozal.

Selain itu, Faozal menerangkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi para korban yang berencana pulang dengan menggunakan maskapai AirAsia, ataupun yang berencana melanjutkan liburannya di Lombok atau sekadar menunda kepulangan.

“Sembilan orang masih dirawat. Kita tanggung semua biaya pengobatan dan pemulangan jenazah dan keluarga. Sekarang Jenazahnya ada di RSUD,” ujar Faozal.

Salah satu wisatawan asal Malaysia yang selamat, Alang Pang, menerangkan bahwa grup yang diikutinya saat datang ke Air Terjun Tiu Kelep berisi 28 orang. Alang sendiri menerangkan bahwa tim penyelamat yang berasal dari warga sekitar Desa Senaru datang dalam 3-5 menit setelah longsor terjadi.

“Tiga kali goyang. Yang pertama langsung “dum”, kita lompat menghindari. Kemudian muncul yang kedua. Saya ingat batu itu rubuh, kita sudah pasrah saja. Syukur selamat. Runtuh sekali lagi, tamat kita,” ujar Alang, Senin (18/03/2019).

Menanggapi hal tersebut, Kedubes Malaysia untuk Indonesia di Jakarta, Shafurah Abu Bakar, menerangkan bahwa longsor yang menimpa para wisatawan Malaysia di Air Terjun Tiu Kelep merupakan bencana yang berada di luar kendali siapapun. Selain itu, Shafurah juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Indonesia yang memberikan penginapan serta memfasilitasi para korban dan mengakomodasi pemulangan jenazah korban.