Dispar Lobar Optimistis Penataan Kawasan Alberto Selesai Sesuai Target

Inspektur, Inspektorat Lobar saat turun melakukan monitoring progres proyek revitalisasi Senggigi beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Progres proyek penataan kawasan Alberto masuk proyek yang dinilai kritis dari lima titik proyek revitalisasi Senggigi. Namun, Dinas Pariwisata Lobar yakin kontraktor dapat menyelesaikan proyek tersebut sesuai target.

Meski Dispar Lobar sendiri mengakui saat ini progres proyek tersebut baru melewati 50 persen. Dengan deviasi minus yang sudah melebihi 20 persen. Sementara target kontrak akan berakhir pada 15 Desember mendatang.

“Kalau di Alberto ini deviasinya cukup tinggi, walaupun pekerjaannya sudah di atas 50 persen. Tetapi kalau berbanding dengan proyek yang lain, kan revitalisasi di Alberto ini deviasinya sudah di atas 20 persen” beber Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar, H. Saepul Akhkam, saat ditemui di kantornya, Rabu (02/12/2020).

Sehingga saat ini pihaknya melakukan monitoring yang lebih intens. Bahkan sudah melakukan pemanggilan dan membuat surat pernyataan yang meminta kesanggupan kontraktor untuk menuntaskan proyek itu sesuai target kontrak.

“Tetapi kami sudah panggil pihak penyedia jasa, kita minta mereka buat surat pernyataan, lengkap dengan action plannya” katanya.

Karena pihaknya khawatir apabila teguran dilakukan secara terus menerus maka itu bisa berisiko terhadap ancaman putusnya kontrak.

“Kita masih percaya, pihak penyedia jasa (pemenang tender) itu bisa menyelesaikan sesuai target” sebutnya.

Setelah pemanggilan yang dilakukan Dispar dan inspektorat Lobar, pihak rekanan dinilai menunjukkan itikad baik. Termasuk menambah jumlah tukang dan jam kerjanya.

“Kerja mereka tetap jalan dan lipat tiga sekarang dan kami berharap mereka ini bisa konsisten” harap Kadispar Lobar ini.

Ia mengaku berkeyakinan dari berbagai upaya percepatan yang dilakukan pihak kontraktor tersebut, proyek itu akan bisa selesai sesuai target.

“Kita hanya berharap musim hujan ini tidak menjadi hambatan yang dapat mengganggu aktivitas proyek ini yang harus selesai 15 Desember” harapnya.

Karena jangan sampai, kata Akhkam, proyek tersebut harus melalui mekanisme adendum, apabila proyek tersebut molor dan selesai tidak sesuai target kontrak.

“Kami sangat menghindari mekanisme itu (adendum), kita berharap tetap sesuai dengan kontrak” tutupnya.

Inspektur Inspektorat Lobar, H. Ilham, beberapa waktu lalu mengaku, bahwa setelah semakin intens melakukan monitoring dan melakukan pemanggilan untuk meminta kontraktor membuat surat pernyataan kesanggupan. Serta menuangkan rencana aksi dalam perjanjian bermaterai. Dirinya menilai progres proyek tersebut memperlihatkan kemajuan. Walaupun kemajuan tersebut belum terlalu signifikan.

“Saya lihat ada kemajuan, tapi belum signifikan, jadi saya telepon langsung kontraktornya minta mereka kembali lagi untuk bertanggung jawab terhadap komitmennya sendiri” tegas Inspektur.